Virus Corona
Bukan Komorbid, Ini Kelompok Paling Rentan Alami Long Covid seusai Isolasi Mandiri
Sebuah studi observasional di Inggris melacak golongan yang paling berisiko mengalami long Covid.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Sebuah studi observasional di Inggris melacak golongan yang paling berisiko mengalami long Covid.
Mereka mengungkap jika lansia mulai dari kelompok usia antara 50 hingga 69 merupakan yang paling banyak melaporkan mengalami long Covid.
Dilansir dari Fox News, dijelaskan jika temuan ini merupakan data dari Kantor Statistik Nasional diambil dari Survei Infeksi Coronavirus yang dirilis pada Kamis (16/9/2021).
Baca juga: Gejala Umum saat Isolasi Mandiri, Ini Bedanya Sakit Tenggorokan akibat Covid-19 dan Sebab Lain
Baca juga: Obat Covid-19 Asal India Lolos Uji Klinis, Diklaim Efektif Kurangi Viral Load Pasien Isolasi Mandiri
Temuan ini juga disebut sebagai survei reguler terbesar infeksi dan antibodi Covid-19 di Inggris.
Analisis berasal dari 26 ribu peserta yang dites positif Covid-19 di Inggris.
Mereka kemudia ditanya dalam beberapa pertanyaan serial tentang apakah mereka mengalami salah satu dari 12 gejala long Covid.
Mereka juga diobservasi pada interval mingguan, dan kemudian, bulanan hingga satu tahun.
Serangkaian gejala termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, kelemahan atau kelelahan, mual atau muntah, sakit perut, diare, sakit tenggorokan, batuk, sesak napas, kehilangan rasa, dan kehilangan penciuman.
Peserta kemudian dicocokkan dengan kontrol untuk mengambil perbandingan.
Secara keseluruhan, data dari akhir April hingga Agustus, 1 dari 20 dari sekitar 12.611 peserta melaporkan mengalami salah satu dari 12 gejala pada 12 hingga 16 minggu setelah infeksi.
Hasil ini dilaporkan lebih tinggi secara statistik dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Perincian berdasarkan usia melihat orang dewasa 50-69 melaporkan tingkat tertinggi gejala yang bertahan lama.
Baca juga: Mungkin Tidak Disadari, Kenali 7 Tanda Kecemasan yang Bisa Dirasakan saat Isolasi Mandiri Covid-19
Dengan 12,5 persen melaporkan gejala 4-8 minggu pasca infeksi, dan 5,8 persen melaporkan gejala 12-16 minggu setelah infeksi.
Sementara itu, peserta yang lebih muda berusia 2-11 dan 12-16 melihat tingkat pelaporan gejala terendah pada 12-16 minggu.
Masing-masing sebesar 3,2% dan 3%.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-kelelahanm.jpg)