Breaking News:

Terkini Internasional

30 Tahun Kabur dari Penjara, Narapidana di Australia Serahkan Diri karena Pandemi Covid-19

Narapidana di Australia menyerahkan diri setelah kabur selama 30 tahun karena menganggap hidup di penjara lebih mudah dibandingkan menjadi tunawisma.

NET
Ilustrasi Penjara. Narapidana di Australia menyerahkan diri setelah kabur selama 30 tahun karena menganggap hidup di penjara lebih mudah dibandingkan menjadi tunawisma. 

TRIBUNWOW.COM – Seorang narapidana di New South Wales, Australia yang telah melarikan diri dari Pusat Pemasyarakatan Grafton pada 1 Agustus 1992, menyerahkan diri ke polisi pada Minggu (12/9/2021).

Dilansir dari Sky News, pria bernama Darko Desic itu kembali setelah pandemi Covid-19 membuatnya menganggur dan kehilangan tempat tinggal.

Perintah penguncian ketat membuatnya menjadi pengangguran dan tunawisma hingga memaksanya untuk tidur di pantai.

Ilustrasi narapidana di sel tahanan
Ilustrasi narapidana di sel tahanan (Thawornnurak)

Baca juga: Gali Lubang di Toilet dengan Sendok Makan, Tahanan Israel asal Palestina Berhasil Kabur dari Penjara

Baca juga: Kedapatan Lepas Masker, Mantan Perdana Menteri Australia Tony Abbott Didenda Rp 5 Juta

“Dia menjadi tunawisma selama beberapa minggu terakhir dan dia tidur di pantai pada Sabtu malam dan berkata ‘selesai, saya akan kembali ke penjara di mana ada atap di atas kepala saya’,” ungkap seorang sumber polisi kepada The Daily Telegraph.

Darko Desic dipenjara selama tiga tahun delapan bulan dan didakwa dengan dua tuduhan menanam ganja.

Dia hanya menjalani 13 bulan dari hukumannya ketika dia melarikan diri dari Pusat Pemasyarakatan Grafton di New South Wales.

Polisi menduga, Desic menggunakan pisau gergaji besi dan pemotong baut untuk membebaskan diri.

“Sekitar jam 2 pagi tanggal 1 Agustus 1992 dia menggunakan mata gergaji besi untuk memotong jeruji di jendelanya dan kemudian mengambil pemotong baut dari gudang perawatan yang dia gunakan untuk melewati pagar,” kata seorang sumber polisi itu.

Meskipun pencarian ekstensif dilakukan, kepolisian tidak bisa menemukannya saat itu.

Desic melarikan diri ke Avalon di Pantai Utara Sydney di mana dia bekerja.

Baca juga: Pengungsi Afghanistan Pelaku Rudapaksa dan Bunuh Gadis 13 Tahun Austria Ditemukan di Inggris

Baca juga: Seorang Pria di Austria Simpan Jasad Ibunya selama Setahun demi Dapatkan Uang Tunjangan

“Dia (Desic) bilang dia tinggal di Avalon, hanya melakukan pekerjaan kasar dan pekerjaan sambilan untuk mendapatkan uang selama hampir tiga dekade,” ungkapnya.

Desic dikatakan menjalani hidupnya dalam pelarian dengan menghindari konflik.

“Dia benar-benar taat hukum, tidak pernah mendapat perhatian, tidak pernah diajak bicara. Dia mengatakan kepada kami bahwa dia tidak pernah menyebabkan masalah kepada siapa pun sehingga tidak ada yang pernah menatapnya dua kali,” tambahnya.

Desic memutuskan untuk menyerahkan diri ke Kantor Polisi Dee Why, Sydney, New South Wales pada Minggu lalu, dilansir dari ABC News.

Desic telah berjuang membayar sewa rumahnya di Avalon dan baru-baru ini diusir setelah pendapatannya berkurang karena pandemi Covid-19.

Pria yang kini berusia 64 tahun itu kemudian tidur di pantai dan memutuskan kembali ke penjara karena menganggap hidup di balik jeruji besi lebih mudah dibandingkan menjadi tunawisma.

Desic didakwa dengan tuduhan melarikan diri dari tahanan yang sah.

Muncul dari selnya di Surry Hills, Desic secara resmi menolak jaminan di Pengadilan Lokal Pusat pada Selasa lalu.

 Dia dijadwalkan hadir di pengadilan yang sama pada 28 September mendatang. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Australia lain

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved