Breaking News:

Terkini Internasional

Pengungsi Afghanistan Pelaku Rudapaksa dan Bunuh Gadis 13 Tahun Austria Ditemukan di Inggris

Pengungsi Afghanistan yang dituduh lakukan rudapaksa dan bunuh seorang gadis di Austria telah ditangkap di Inggris setelah dua minggu tinggal di hotel

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar
Ilustrasi. Pengungsi Afghanistan yang dituduh lakukan rudapaksa dan bunuh seorang gadis berusia 13 tahun di Austria telah ditangkap di Inggris setelah dua minggu tinggal di hotel. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang pengungsi Afghanistan yang dituduh lakukan rudapaksa dan bunuh seorang gadis di Austria telah menyelinap ke Inggris.

Dilansir dari Daily Mail, Rasuili Zubaidullah berusia 22 tahun diduga mengklaim suaka sebagai pengungsi pada 18 Juli menggunakan nama palsu.

Dia telah dituduh merudapaksa dan membunuh gadis yang masih berusia 13 tahun sebelum memasuki Inggris.

Ilustrasi Mayat
Ilustrasi Mayat (iStockphoto)

Baca juga: Myanmar Didesak Beberapa Negara Hentikan Kekerasan, Mulai dari Indonesia hingga Inggris

Baca juga: Seorang Pria di Austria Simpan Jasad Ibunya selama Setahun demi Dapatkan Uang Tunjangan

Rasuili Zubaidullah ditangkap oleh petugas Unit Ekstradisi Nasional pada 29 Juli di hotel yang dia tinggali, Whitechapel, London timur setelah hampir dua minggu.

Dia dikatakan telah melarikan diri dari Austria seusai jasad seorang gadis yang sempat hilang ditemukan di Wina tengah pada 26 Juni lalu.

Identitas aslinya terungkap saat kepolisian Austria memberi informasi kepada petugas imigrasi terkait kasus itu dan mereka menyadari bahwa Zubaidullah adalah pria yang diduga menyerang remaja tersebut secara brutal di Wina.

Pada 3 September, Zubaidullah muncul di Pengadilan Westminster melalui panggilan video dari penjara Wandsworth untuk menghadapi proses ekstradisi.

Dia dijadwalkan hadir di pengadilan pada 1 Oktober dan mengikuti sidang ekstradisi penuh pada Januari.

Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang pemeriksaan identitas pengungsi Afghanistan yang datang ke Inggris, terutama setelah pengambilalihan negara itu oleh Taliban.

“Kasus ini adalah contoh mengapa kami sangat khawatir tentang potensi celah yang dieksploitasi oleh penjahat dan teroris yang mungkin berusaha datang ke sini dari Afghanistan,” ungkap Alp Mehmet, seorang anggota think-tank Migration Watch, Inggris, dilansir dari The Sun pada Senin (13/9/2021).

Baca juga: AS hingga Inggris Sambut Baik Penerbangan Internasional Pertama dari Bandara Kabul ke Qatar

Baca juga: Australia Terima 500 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer dari Inggris di Bawah Kesepakatan Pertukaran

Gadis Austria itu dikenal dengan nama depannya Leonie.

Dia telah dibius, dirudapaksa beramai-ramai sebelum kemudian dibunuh.

Polisi Austria memburu sekelompok pengungsi Afghanistan yang diduga terlibat dengan pembunuhan itu dan sudah menangkap tiga orang sejauh ini.

Kepolisian mengungkapkan Zubaidullah dan temannya yang berusia 16 tahun bertemu dengan Leonie pada 25 Juni dan membawanya ke sebuah apartemen di mana dia bertemu dua warga Afghanistan lainnya, berusia 18 dan 23 tahun.

Detektif awalnya mengira Zubaidullah telah melarikan diri ke Italia, tetapi sebaliknya justru menyeberang ke Inggris. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkini internasional lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved