Breaking News:

Terkini Daerah

30 Kali Dirudapaksa Kakak Kandung, Remaja Ini Juga Alami Hal Sama dari Ayah, Ini Kronologinya

Ayah dan anaknya asal Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyuamas, berinisial WTM (46) dan SA (18) diringkus polisi seusai merudapaksa remaja 14 tahun.

TribunJateng.com/Istimewa
Pelaku rudapaksa di Banyumas, WTM (46) yang merupakan ayah dan SA (18) kakak korban saat diperiksa petugas dari Satreskrim Polresta Banyumas, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Ayah dan anaknya asal Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berinisial WTM (46) dan SA (18) diringkus polisi seusai merudapaksa remaja 14 tahun berinisial AJ.

Aksi bejat itu dilakukan WTM dan SA sejak tiga tahun lalu.

Diketahui, korban merupakan anak kandung WTM dan adik kandung SA.

Saat melancarkan aksinya, kedua pelaku selalu mengancam akan membunuh korban jika melawan atau menolak.

Baca juga: 5 Tahun Rudapaksa Anak Tiri, Ayah di Sulut Diringkus setelah Korban Curhat di Medsos: Sudah Tak Kuat

Baca juga: Viral Gadis Minta Tolong Polisi agar Ayahnya Ditangkap, Mengaku Menderita setiap Malam Dirudapaksa

WTM yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu mengaku merudapaksa anak kandungnya karena sudah tak tertarik dengan sang istri.

Sementara itu, SA merudapaksa adik kandungnya karena kerap melihat video asusila.

Aksi rudapaksa itu sudah berkali-kali dilakukan kedua pelaku terhadap korban.

Bahkan, SA mengaku sudah 30 kali merudapaksa remaja bernasib malang itu.

"Korban selama ini ketakutan, enggak berani ngomong. Korban diancam oleh kedua pelaku agar tidak memberitahukan kepada siapa pun," terang Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry, dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/9/2021).

Perbuatan kedua pelaku pertama kali terbongkar seusai korban melarikan diri dari rumah.

Remaja yang baru duduk di bangku kelas 3 SMP itu kabur karena tak tahan menghadapi tingkah ayah dan kakak kandungnya.

"Korban mengakui sudah menjadi korban rudapaksa oleh ayah kandungnya," kata Berry, dikutip dari TribunJateng.com, Rabu (15/9/2021).

"Tak hanya ayahnya, kakak lelakinya pun juga melakukan hal yang sama."

Berdasarkan hasil keterangan korban, aksi rudapaksa itu sudah dilakukan WTM dan SA sejak tiga tahun yang lalu.

Saat itu, korban masih berusia 12 tahun.

Baca juga: Ayah Rudapaksa Anak Kandung di Toba, Campurkan Obat Bius ke Minuman Korban sebelum Beraksi

Baca juga: Pengungsi Afghanistan Pelaku Rudapaksa dan Bunuh Gadis 13 Tahun Austria Ditemukan di Inggris

Namun menurut Berry, aksi ayah dan anak itu dilakukan tanpa persekongkolan.

"Tersangka WTM dan SA melakukan sendiri-sendiri tanpa tahu satu sama lain," sambung Berry.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Keduanya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu, korban mengalami trauma berat akibat perbuatan ayah dan kakak kandungnya.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved