Breaking News:

Virus Corona

Covid-19 Disebut Bisa Turunkan Kadar Testosteron Pria yang Sakit Parah, Ini Faktanya

Pria yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko untuk mengalami penurunan hormon testosteron, terutama bagi mereka yang dirawat di rumah sakit.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TribunVideo/Radifan Setiawan
ILUSTRASI Virus Corona/Covid-19. Covid-19 disebut bisa turunkan kadar terstosterone pada pria secara signifikan. 

TRIBUNWOW.COM - Pria yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko untuk mengalami penurunan hormon testosteron, terutama bagi mereka yang dirawat di rumah sakit.

Hal itu diungkap oleh para ahli di University of Mersin dan Rumah Sakit Pendidikan dan Penelitian Kota Mersin di Turki. 

Penelitian mereka kini telah diterbitkan dalam jurnal peer-review The Aging Male.

Baca juga: Tips Isolasi Mandiri: Termasuk Zinc, Kenali Berbagai Mineral dan Perannya untuk Pemulihan Covid-19

Baca juga: Tips Isolasi Mandiri Covid-19: Selain Bisa Cegah Dehidrasi, Ini 7 Manfaat Air Kelapa bagi Kesehatan

Penulis utama Selahittin ayan, yang merupakan Profesor Urologi, menyatakan meski diketahui jika kadar testosteron yang rendah dapat menjadi penyebab prognosis yang buruk ketika terinfeksi Covid-19, ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa Covid-19 itu sendiri menguras testosteron.

"Testosteron dikaitkan dengan sistem kekebalan organ pernapasan, dan kadar testosteron yang rendah dapat meningkatkan risiko infeksi pernapasan," ujarnya dikutip dari Science Daily.

"Testosteron rendah juga dikaitkan dengan rawat inap terkait infeksi dan semua penyebab kematian pada pria di pasien ICU, jadi pengobatan testosteron dapat juga memiliki manfaat selain meningkatkan hasil untuk Covid-19," ujarnya.

Testosteron sendiri adalah hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh.

Hormon tersebut dikenal sebagai hormon pria atau hormon androgen.

Meski sebenarnya wanita juga sebenarnya memproduksi hormon ini, meski dalam jumlah sedikit.

Dalam penelitian ini, rata-rata testosteron total menurun, karena tingkat keparahan Covid-19 meningkat.

Tingkat testosteron total rata-rata secara signifikan lebih rendah pada kelompok ICU daripada kelompok tanpa gejala.

Selain itu, tingkat testosteron total rata-rata secara signifikan lebih rendah.

Pada kelompok ICU dibandingkan kelompok Intermediate Care Unit Rata-rata kadar hormon perangsang folikel serum secara signifikan lebih tinggi pada kelompok ICU dibandingkan kelompok asimtomatik.

"Kami menemukan, Hipogonadisme - suatu kondisi di mana tubuh tidak menghasilkan cukup testosteron pada 113 (51,1%) pasien pria," ujarnya.

Baca juga: Selalu Mencium Bau Rokok seusai Isolasi Mandiri, Ini Gejala Long Covid yang Jadi Penyebabnya

"Pasien yang meninggal, memiliki rata-rata testosteron total yang jauh lebih rendah daripada pasien yang masih hidup."

"Namun, bahkan 65,2 persen dari 46 pasien pria yang tidak menunjukkan gejala, kehilangan libido."

Tim peneliti mengamati total 438 pasien.

Ini termasuk 232 laki-laki, masing-masing dengan laboratorium dikonfirmasi terinfeksi Covid-19.

Semua data dikumpulkan secara prospektif.

Sebuah riwayat klinis rinci, pemeriksaan fisik lengkap, laboratorium dan studi pencitraan radiologis dilakukan pada setiap pasien.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved