Konflik di Afghanistan
Taliban Bolehkan Wanita di Afghanistan Belajar di Universitas, Ini Syaratnya
Taliban mengumumkan wanita di Afghanistan akan diizinkan untuk dapat pendidikan dengan syarat, termasuk memisahkan kelas perempuan dan laki-laki.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Kami tidak memiliki masalah dalam mengakhiri sistem pendidikan campuran," katanya.
"Orang-orang adalah Muslim dan mereka akan menerimanya,” tambahnya.
Meskipun beberapa pihak universitas menyatakan kurangnya tenaga pendidik maupun fasilitas untuk memisahkan perempuan dan laki-laki, Haqqani tetap bersikeras dengan aturannya.
Baca juga: Hari Pertama Pembukaan Kembali Universitas di Afghanistan, Perempuan dan Laki-laki Dipisah
Baca juga: Taliban Wajibkan Wanita di Universitas Afghanistan Pakai Niqab Tutupi Wajah, Ini Faktanya
“Semua tergantung kapasitas universitas,” kata Haqqani menyatakan akan ada cukup guru perempuan.
"Kita juga bisa menggunakan guru laki-laki untuk mengajar dari balik tirai atau menggunakan teknologi,” tambahnya.
Anak perempuan dan laki-laki juga akan dipisahkan di sekolah dasar dan menengah yang sudah umum di seluruh Afghanistan.
Sebelumnya, sebuah kelompok yang diduga terdiri dari siswa perempuan berjubah hitam menutupi tubuh mereka dari kepala hingga kaki, berdemonstrasi di Kabul untuk mendukung aturan tentang pakaian dan ruang kelas yang terpisah pada Sabtu (11/9/2021), dilansir dari Channel News Asia.
Sekitar 300 orang duduk dalam barisan di ruang kuliah Universitas Pendidikan Shaheed Rabbani di Kabul, menjanjikan komitmennya terhadap kebijakan garis keras Taliban.
Mereka mengibarkan bendera Taliban dan menyatakan dukungannya untuk kebijakan yang disesuaikan syariat Islam.
Mereka yang diketahui adalah mahasiswa, membela pemerintah baru Imarah Islam Afghanistan yang melarang demonstrasi kecuali diberikan izin oleh kementerian kehakiman.
"Kami menentang para perempuan yang berunjuk rasa di jalanan, mengklaim mereka adalah wakil perempuan," kata pembicara pertama.
Daud Haqqani, Direktur Hubungan Luar Negeri di Kementerian Pendidikan mengatakan aksi demonstrasi itu sudah diberi izin. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Afghanistan lain