Breaking News:

Virus Corona

Sejak Dosis Pertama, Penelitian Sebut Vaksin Covid-19 Berpengaruh Positif terhadap Kesehatan Mental

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science (PLOS) itu meneliti perubahan tekanan mental setelah dosis vaksin pertama.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube/BBC News
Ilustrasi Vaksin Virus Covid-19. Vaksin Covid-19 secara tidak langsung disebut berpengaruh terhadap kesehatan mental. 

TRIBUNWOW.COM - Penelitian yang dilakukan para peneliti dari University of Southern California, Amerika Serikat, mengungkap bahwa vaksinasi Covid-19 di dosis pertama bisa berpengaruh positif terhadap kesehatan mental.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science (PLOS) itu meneliti perubahan tekanan mental setelah dosis vaksin pertama.

“Pandemi Covid-19 telah memengaruhi beberapa aspek kehidupan masyarakat, termasuk pekerjaan dan keuangan mereka, risiko kesehatan, dan peluang untuk bersosialisasi, yang semuanya dapat memengaruhi kesehatan mental,” tulis para peneliti dikutip dari CTV News, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Tips Isolasi Mandiri: Termasuk Zinc, Kenali Berbagai Mineral dan Perannya untuk Pemulihan Covid-19

Baca juga: Alasan Pasien Covid-19 Tak Perlu Tes Swab atau PCR seusai Jalani Masa Isolasi Mandiri

"Mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19 menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kesehatan mental."

Studi ini dilakukan skala besar dengan melacak 8.003 orang dewasa di Amerika Serikat.

Ditemukan bahwa mereka yang divaksinasi antara Desember 2020 dan Maret 2021 melaporkan penurunan tingkat tekanan mental dan cenderung tidak menunjukkan tanda-tanda depresi ringan atau berat.

Sayangnya para peneliti tidak dapat menyimpulkan mengapa mereka yang mendapat suntikan mengalami peningkatan kesehatan mental mereka.

Tetapi, mereka mengatakan ada berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi kesehatan mental setelah mendapat satu dosis vaksin.

“Efek yang kami identifikasi dapat muncul dari salah satu atau kombinasi mekanisme. Mereka yang baru saja divaksinasi mungkin menjadi kurang khawatir akan terinfeksi," tulisnya.

"Mereka mungkin menjadi lebih aktif secara sosial, atau mereka mungkin mencoba peluang kerja yang berbeda. Penelitian di masa depan harus menyelidiki mekanisme di mana suntikan vaksin mencapai efek seperti itu.”

Baca juga: Covid-19 Bisa Berpengaruh Terhadap Kecerdasan Otak seusai Isolasi Mandiri? Simak Penjelasannya

Itu karena telah banyak diketahui bahwa vaksinasi Covid-19 bisa secara signifikan mengurangi keparahan jika terinfeksi. 

Beberapa studi lain juga mencatat jika mendapat vaksin Covid-19 bisa mengurangi risiko untuk mengalami long Covid.

Bahkan faktor menyingsingkan lengan baju ketika mendapat suntikan vakin juga dianggap berpengaruh tertadap peningkatkan kesehatan mereka.

Orang-orang yang tidak mendapat suntikan vaksin karena berbagai alasan juga disebut mendapat manfaat psikologis dari banyaknya orang yang sudah mendapat vaksin.

"Seseorang yang tidak divaksinasi mungkin masih mendapat manfaat dari penurunan tingkat prevalensi dalam populasi."

"Mereka mungkin menjadi tidak terlalu khawatir tentang orang yang dicintai," jelasnya.

Selain itu, efek vaksinasi yang terus dipercepat juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental secara tidak langsung karena adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan sosial di banyak tempat.

"Dapat mengambil manfaat dari peningkatan peluang sosial dan ekonomi jika peluncuran vaksin menghasilkan lebih banyak aktivitas sosial dan ekonomi karena risiko penyakit yang lebih rendah, " tulis para peneliti.

Dilansir dari Medical Express, dijelaskan jika para peneliti mengambil bagian dalam Understanding America Study.

Itu merupakan proyek jangka panjang yang didirikan di USC untuk melacak dampak pandemi di AS terhadap kesehatan mental.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved