Breaking News:

Virus Corona

Tips Isolasi Mandiri Covid-19: Jaga Kesehatan Mental dan Otak, Kenali Manfaat Omega 3 bagi Kesehatan

Gejala yang mungkin dialami pasien Covid-19 saat atau setelah masa isolasi mandiri adalah kabut otak. 

Boldsky
Ilustrasi suplemen omega-3. Omega-3 juga dinilai bisa mengatasi kabut otak. 

TRIBUNWOW.COM - Gejala yang mungkin dialami pasien Covid-19 saat atau setelah masa isolasi mandiri adalah kabut otak. 

Untuk itu penting mengambil diet makan yang menunjang kesehatan otak seperti asam lemak omega-3.

Dilansir dari situs Hardvard Medical School, kabut otak bukanlah istilah medis atau ilmiah untuk menunjukkan suatu penyakit atau diagnosis medis.

Baca juga: Cukup Isolasi Mandiri, Covid-19 Disebut Tak Terlalu Pengaruhi Fungsi Paru-paru pada Remaja

Baca juga: 6 Makanan Ini Disebut Bisa Bantu Lawan Gejala Kelelahan seusai Isolasi Mandiri Covid-19

Kabut otak istilah untuk menggambarkan kondisi ketika pemikiran mereka lamban, kabur, dan tidak tajam.

Hal ini merupakan fenomena umum bahkan ketika terlalu kelelahan, sedang depresi atau sedang mengalami gangguan tidur. 

Sayangnya, gejala ini juga dilaporkan terjadi pada banyak pasien Covid-19 atau penyintas Covid-19

Covid-19 memang sudah diketahui bisa menyerang otak dan mengakibatkan berbagai gejala neurologis

Tetapi mengatakan itu merupakan satu-satunya alasan terjadinya kabut otak pada pasien Covid-19 juga tidak tepat. 

Kabut otak pada pasien Covid-19 juga bisa diakibatkan berbagai masalah termasuk depresi, insomnia, otak kekurangan oksigen, dan mungkin virus yang menyerang otak. 

Jalan terbaik untuk memastikannya adalah mengunjungi dokter dan melakukan serangkaian tes yang diminta.

Efek ini juga bisa berlangsung panjang bahkan hingga berminggu-minggu, sebelum penyintas bisa pulih kembali seperti normal.

Baca juga: Lendir Sulit Dikeluarkan saat Batuk, Coba Lakukan Hal Ini ketika Isolasi Mandiri Covid-19

Serangkaian cara untuk rehabilitasi juga diperlukan dan itu termasuk mengonsumsi makanan atau suplemen yang bagus untuk otak, seperti asam lemak omega-3. 

Mengutip Healthline, minyak ikan terutama mengandung dua jenis asam lemak omega-3 - asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA), yang terkenal dengan manfaat kesehatannya terutama untuk otak, jantung, dan kesehatan kulit. 

Manfaatnya dalam kesehatan otak terutama untuk mengatasi atau mencegah kehilangan memori ringan dan depresi.

Asam lemak ini juga penting untuk pemeliharaan fungsi otak normal sepanjang hidup.

Mereka berlimpah di membran sel sel otak, menjaga kesehatan membran sel dan memfasilitasi komunikasi antar sel otak.

Ketika hewan diberi makan makanan tanpa asam lemak omega-3, jumlah DHA di otak mereka berkurang, dan mereka cenderung mengalami defisit dalam pembelajaran dan memori.

Pada orang dewasa yang lebih tua, kadar DHA yang lebih rendah dalam darah telah dikaitkan dengan ukuran otak yang lebih kecil, tanda penuaan otak yang dipercepat (9).

Jelas, penting untuk memastikan mendapatkan cukup asam lemak omega-3 untuk menghindari beberapa efek merugikan pada fungsi dan perkembangan otak.

Terlebih depresi juga menjadi penyebab dari kabut otak pada pasien Covid-19.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved