Breaking News:

Terkini Internasional

Viral Kepala Sekolah Makan Sisa Makanan Siswa untuk Peringatkan Pemborosan, Tuai kritikan Warga

Video kepala sekolah di China yang memakan sisa makanan siswa dari kantin sekolah, viral di media sosial dan dapatkan kritik dari warga.

YouTube/WION
ILUSTRASI kantin di China. Seorang kepala sekolah di China telah memakan sisa makanan siswa dari kantin untuk memperingatkan tentang pemborosan makanan. 

TRIBUNWOW.COM – Seorang kepala sekolah di Hunan, China mengungkapkan telah memakan sisa makanan siswa dari kantin sebagai pendekatan untuk memperingatkan tentang pemborosan makanan.

Kepala sekolah berusia 58 tahun, Wang Yongxin mengatakan dia telah makan tiga kali sehari dengan cara itu sejak minggu lalu kepada surat kabar lokal, Xiaoxiang Morning Post.

Dilansir dari South China Morning Post, inisiatifnya itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial China pada Selasa (7/9/2021) dan mengundang reaksi masyarakat.

Xi Jinping
Xi Jinping (theaustralian.com.au)

Baca juga: China Tanggapi Kekhawatiran Media Korea Selatan setelah Weibo Tangguhkan 21 Akun Penggemar KPop

Baca juga: Situs Media Sosial Weibo di China Tangguhkan 21 Akun Penggemar, Mulai dari BTS hingga BLACKPINK

Mereka menganggap aksi itu tidak mempertimbangkan kebersihan dasar, walaupun ada pula yang memuji kekhawatiran Yongxin atas pemborosan makanan.

“Menghemat itu baik, tetapi memakan sisa makanan orang lain adalah contoh buruk untuk pengendalian pandemi. Mungkin harus dipikirkan cara lain untuk mendidik para siswa,” ungkap salah satu pengguna media sosial China, Weibo.

Dalam video itu, Yongxin terlihat berdiri di dekat tempat sampah kantin sekolah sambil memegang piring dan sumpit.

Dia mencegah siswa membuang sisa makanan mereka dan mengambilnya untuk kemudian dimakan.

Beberapa siswa terlihat tersenyum malu saat Yongxin memakan sisa makanan mereka.

Sementara anak lain mulai memakan kembali sisa makanannya setelah Yongxin menghentikan mereka saat akan membuangnya.

Dia mengungkapkan langkah itu dilakukan untuk mengurangi limbah.

“Saya ingin memberi contoh kepada anak-anak, agar mereka sadar membuang-buang makanan itu tidak baik,” ujar Yongxin.

“Tindakan saya tidak (hanya) mengejutkan anak-anak tetapi juga para guru. Banyak anak mencoba menghabiskan makanannya ketika melihat saya makan sisa nasi teman-temannya," kata Yongxin, dikutip dari The Independent pada Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa di China Pelajari Kurikulum Baru ala Xi Jinping

Baca juga: China Ilegalkan Budaya Kerja Populer 996 ala Jack Ma dan Alibaba, Simak Penjelasannya

"Beberapa anak meminta staf kantin untuk memberikan jumlah makanan yang tepat. Ini membantu mengurangi limbah,” tambahnya.

Pemerintah China sebelumnya juga telah mengesahkan Undang-Undang Pencegahan Pemborosan Makanan sejak April tahun ini, dilansir dari Xinhua pada Kamis (29/4/2021).

Undang-undang itu bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan negara.

China memperbolehkan restoran menjatuhkan denda pada pelanggan atas sisa makanan yang berlebihan dengan tarif yang harus ditampilkan secara jelas.

Di sisi lain, restoran juga bisa didenda jika tidak mengingatkan pelanggan untuk berlaku hemat.

Setiap blogger online juga dilarang mempromosikan pesta makan atau mukbang.

Restoran yang termasuk sebagai pelanggar serius dapat didenda hingga Rp 22 juta dan pemerintah China akan menutup akun media sosial yang mempublikasikan konten terlarang.

Sekitar 18 miliar kilogram makanan dikatakan terbuang setiap tahun di industri makanan di perkotaan China, menurut sebuah laporan berdasarkan penelitian lapangan yang dilakukan oleh deputi National People’s Congress (NPC). (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait China lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved