Virus Corona
Berpotensi Cegah Badai Sitokin, Ini 11 Makanan Mengandung Probiotik untuk Isolasi Mandiri Covid-19
Probiotik merupakan bakteri baik yang terkandung di sejumlah makanan, yang berfungsi memelihara daya tahan tubuh.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Probiotik merupakan bakteri baik yang terkandung di sejumlah makanan, yang berfungsi memelihara daya tahan tubuh.
Dia bekerja dengan cara menyeimbangkan bakteri baik di dalam sistem pencernaan sehingga bisa mencegah berbagai penyakit.
Dilansir dari Biospace, sebuah studi dari Ben-Gurion University of the Negev (BGU) di Israel menyebut jika probiotik berpotensi untuk melawan badai sitokin di dalam tubuh.
Baca juga: Bisa Cegah Badai Sitokin saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali 5 Manfaat Probiotik bagi Kesehatan
Baca juga: Bisa Terjadi seusai Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Hal yang Meningkatkan Risiko Pembekuan Darah
Molekul terisolasi dari produk susu kaya probiotik dianggap efektif dalam melawan bakteri patogen dan mengobati penyakit inflamasi.
Mereka menemukan bahwa molekul yang diisolasi juga menunjukkan sifat anti-inflamasi ketika diuji dalam beberapa kondisi dan penyakit patologis yang berbeda.
Dalam satu kasus, molekul mempercepat penyembuhan tikus yang mengalami badai sitokin.
Temuan dari penelitian ini diterbitkan dalam publikasi peer-review dalam jurnal Microbiome.
Badai sitokin adalah respons imun yang berlebihan di dalam tubuh sehingga justru menyerang sel-sel yang sehat.
Dalam kasus Covid-19, badai sitokin telah menyumbang besar untuk angka kematian dan keparahan pasien Covid-19.
Karena itu, temuan ini dianggap menjadi langkah awal yang penting untuk terus mengembangkan terapi penyembuhan bagi pasien Covid-19.
Baca juga: Cium Bau Ban Terbakar pada Makanan, Kenali Gejala Parosmia setelah Isolasi Mandiri Covid-19
Tetapi, uji klinis yang dilakukan kepada manusia masih diperlukan untuk mengonfirmasi khasiat dan dosis aman dari probiotik bagi pasien Covid-19 terutama yang mengalami badai sitokin.
Berikut beberapa jenis makanan yang mengandung probiotik:
1. Yogurt
Yogurt adalah salah satu sumber probiotik terbaik, yang merupakan bakteri ramah yang dapat meningkatkan kesehatan.
Itu terbuat dari susu yang telah difermentasi oleh bakteri ramah, terutama bakteri asam laktat dan bifidobacteria.
Makan yogurt dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan tulang. Ini juga bermanfaat bagi orang dengan tekanan darah tinggi.
Pada anak-anak, yogurt dapat membantu mengurangi diare yang disebabkan oleh antibiotik.
Bahkan dapat membantu meringankan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS).
Selain itu, yogurt mungkin cocok untuk orang dengan intoleransi laktosa.
Ini karena bakteri mengubah sebagian laktosa menjadi asam laktat, yang juga menyebabkan yogurt terasa asam.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua yogurt mengandung probiotik hidup.
Dalam beberapa kasus, bakteri hidup telah terbunuh selama pemrosesan.
2. Kefir
Kefir adalah minuman susu probiotik yang difermentasi, yang dibuat dengan menambahkan biji kefir ke susu sapi atau kambing.
Biji-bijian kefir bukanlah biji-bijian sereal, melainkan kultur bakteri asam laktat dan ragi yang terlihat seperti kembang kol.
Mengonsumsi kefir dapat meningkatkan kesehatan tulang, membantu beberapa masalah pencernaan dan melindungi dari infeksi.
Meskipun yogurt mungkin merupakan makanan probiotik paling terkenal dalam diet Barat, kefir sebenarnya adalah sumber yang lebih baik.
Kefir mengandung beberapa strain utama bakteri dan ragi ramah, menjadikannya probiotik yang beragam dan kuat.
4. Tempe
Tempe merupakan produk fermentasi kedelai.
Ia berasal dari Indonesia tetapi telah menjadi populer di seluruh dunia sebagai pengganti daging berprotein tinggi.
Proses fermentasi sebenarnya memiliki beberapa efek mengejutkan pada profil nutrisinya.
Kedelai biasanya tinggi asam fitat, senyawa tanaman yang mengganggu penyerapan mineral seperti besi dan zinc.
Namun, fermentasi menurunkan jumlah asam fitat, yang dapat meningkatkan jumlah mineral yang dapat diserap tubuh dari tempe.
Fermentasi juga menghasilkan beberapa vitamin B12, nutrisi yang tidak terkandung dalam kedelai.
5. Kimchi
Kimchi adalah makanan asal Korea yang difermentasi dan pedas.
Kubis biasanya menjadi bahan utama, tetapi bisa juga dibuat dari sayuran lain.
Kimchi dibumbui dengan campuran bumbu, seperti serpih cabai merah, bawang putih, jahe, daun bawang dan garam.
Kimchi mengandung bakteri asam laktat Lactobacillus kimchii, serta bakteri asam laktat lainnya yang dapat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.
Kimchi yang terbuat dari kubis kaya akan beberapa vitamin dan mineral, termasuk vitamin K, riboflavin (vitamin B2) dan zat besi.
6. Buttermilk
Istilah buttermilk sebenarnya mengacu pada berbagai minuman susu fermentasi.
Namun, ada dua jenis utama buttermilk: tradisional dan dibudidaya.
Buttermilk tradisional hanyalah cairan sisa dari pembuatan mentega.
Buttermilk tradisional terutama dikonsumsi di India, Nepal dan Pakistan.
Sedangkan yang dibudidayakan, umumnya ditemukan di supermarket Amerika, umumnya tidak memiliki manfaat probiotik.
Buttermilk rendah lemak dan kalori tetapi mengandung beberapa vitamin dan mineral penting, seperti vitamin B12, riboflavin, kalsium dan fosfor.
7. Beberapa jenis keju
Meski sebagian besar jenis keju difermentasi, bukan berarti semuanya mengandung probiotik.
Oleh karena itu, penting untuk mencari kultur hidup dan aktif pada label makanan.
Bakteri baik bertahan dari proses penuaan di beberapa keju, termasuk Gouda, mozzarella, cheddar, dan keju cottage.
Keju sangat bergizi dan merupakan sumber protein yang sangat baik. Ini juga kaya akan vitamin dan mineral penting, termasuk kalsium, vitamin B12, fosfor dan selenium. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)