Virus Corona
Bisa Terjadi seusai Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Hal yang Meningkatkan Risiko Pembekuan Darah
Covid-19 diketahui bisa menyebabkan pembekuan darah dan biasanya terjadi ketika telah sembuh dari Covid-19 atau selesai masa isolasi mandiri.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Covid-19 diketahui bisa menyebabkan pembekuan darah dan biasanya terjadi ketika telah sembuh dari Covid-19 atau selesai masa isolasi mandiri.
Meski yang memiliki risiko tinggi adalah pasien yang dirawat di rumah sakit, atau sakit parah akibat Covid-19, pasien gejala ringan yang menjalani isolasi mandiri juga memiliki risiko untuk mengalami pembekuan darah.
Baca juga: Coba saat Isolasi Mandiri Covid-19, Ini 8 Bahan Herbal yang Dikenal Memiliki Sifat Antivirus
Baca juga: Bisa Tingkatkan Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali 6 Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan
Dikutip dari situs Michigan Health, proses pembekuan darah sebenarnya proses alami pada tubuh untuk mencegah pendarahan.
Tetapi, terkadang gumpalan terbentuk di dalam pembuluh darah dan tidak larut dengan sendirinya.
Sehingga bisa menjadi gumpalan di pembuluh darah dan terjadi penyempitan.
Jenis bekuan darah yang paling umum disebut deep vein thrombosis atau DVT.
Ini adalah gumpalan di salah satu vena dalam tubuh, biasanya di kaki dan ini juga dikonfirmasi terjadi pada pasien Covid-19.
Ketika bekuan baru, sepotong itu bisa pecah dan berjalan ke paru-paru.
Ini dikenal sebagai emboli paru.
Gejala DVT termasuk pembengkakan pada kaki yang terkena, nyeri, kemerahan, kehangatan dan pembuluh darah baru yang terlihat di daerah tersebut.
Baca juga: Cium Bau Ban Terbakar pada Makanan, Kenali Gejala Parosmia setelah Isolasi Mandiri Covid-19
Gejala emboli paru termasuk sesak napas, nyeri dada, batuk atau batuk darah dan napas cepat.
Selain itu, penyempitan pembuluh darah arteri juga bisa terjadi dan bisa mengakibatkan serangan jantung jika terjadi di jantung, dan menyebabkan stroke jika terjadi di pembuluh darah otak.
Sayangnya, pembekuan darah tidak bisa didiagnosis melalui gejala yang dialaminya.
Pembekuan darah hanya bisa dicek dengan melakukan tes darah atau D-Dimer, CT scan untuk melihat emboli paru, dan ultrasonografi kaki, untuk melihat aliran darah di pembuluh darah.
Meski begitu, tidak masalah untuk curiga ketika mengalami gejala terjadinya pembekuan darah di kaki seperti kesemutan yang lama, kaki terasa kebas, dan mati rasa hingga sulit digerakkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-pembekuan-darah.jpg)