Virus Corona
Waspada saat Isolasi Mandiri, Kenali Penyebab Perburukan Kondisi Tiba-tiba pada Pasien Covid-19
Pasien Covid-19 perlu tetap waspada terhadap perburukan kondisi meski awalnya hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 perlu tetap waspada terhadap perburukan kondisi meski awalnya hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan perburukan gejala pada pasien Covid-19.
Seperti diketahui jika varian Delta merupakan varian Covid-19 yang kini mendominasi di dunia.
Baca juga: Bisa Alami long Covid seusai Isolasi Mandiri, Masalah Paru-paru Berkepanjangan Tak Terjadi pada Anak
Baca juga: Penurunan Kesadaran saat Isolasi Mandiri, Kenali Risiko Gejala Delirium pada Pasien Covid-19
Pada orang yang belum mendapat vaksin, varian tersebut memiliki risiko lebih tinggi untuk membuat pasien Covid-19 menjalani rawat inap dan meninggalkan tempat isolasi mandiri.
Itu sebabnya penting bagi pasien Covid-19 apabila memutuskan untuk menjalani isolasi mandiri untuk melapor kepada lingkungan sekitar dan selalu berkonsultasi kepada dokter.
Agar jika sewaktu-waktu mengalami perubahan kondisi, pasien bisa segera mendapat pertolongan.
Sementara gejala umum Covid-19 ringan sudah diketahui seperti batuk, demam, kelelahan, kehilangan penciuman dan sesak napas.
Gejala bagi mereka yang dirawat di rumah sakit jauh lebih serius dan juga bisa berbeda antar satu pasien dan pasien lain.
Itu karena virus penyebab Covid-19 juga bisa menyerang organ lain selain paru-paru seperti pembuluh darah dan jantung.
Adapun beberapa faktor penyebab perburukan kondisi adalah:
1. Kerusakan jaringan paru-paru
Baca juga: Serak atau Nyeri Telan saat Isolasi Mandiri Covid-19? Coba 8 Bahan Alami Pelega Tenggorokan Berikut
Dilansir dari situs Cosmos, diketahui jika infeksi Covid-19 adalah penyakit pernapasan.
Itu karena virus lebih sering menyerang jaringan paru-paru, khususnya silia.
Struktur seperti rambut kecil ini ada di bagian luar sel paru-paru dan membentuk lapisan pelindung untuk memindahkan cairan, lendir, dan kotoran.
Namun, ketika silia terkikis oleh Virus Corona, sel-sel menjadi terinfeksi dan akhirnya mati, memperlihatkan kantung udara mikroskopis kita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/filipina-corona.jpg)