Virus Corona
Penurunan Kesadaran saat Isolasi Mandiri, Kenali Risiko Gejala Delirium pada Pasien Covid-19
Penurunan kesadaran atau delirium bisa menjadi tanda bahaya bagi pasien Covid-19 saat menjalani isolasi mandiri.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Penurunan kesadaran atau delirium bisa menjadi tanda bahaya bagi pasien Covid-19 saat menjalani isolasi mandiri.
Terlebih jika terjadi pada orang tua, mereka harus segera di bawa ke rumah sakit jika mengalaminya.
Satu penelitian melaporkan bahwa antara 20 persen dan 30 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mengalami delirium.
Baca juga: Selain Terapi Penciuman, Coba 5 Herbal Ini untuk Mengatasi Anosmia saat Isolasi Mandiri Covid-19
Baca juga: Serak atau Nyeri Telan saat Isolasi Mandiri Covid-19? Coba 8 Bahan Alami Pelega Tenggorokan Berikut
Sementara penelitian lain menunjukkan sebanyak 70 persen pasien Covid-19 yang kritis mengalaminya.
Delirium adalah respons umum terhadap infeksi dan penyakit lainnya, terutama pada orang tua, dan tidak sama dengan masalah otak yang sedang berlangsung seperti demensia atau penyakit Alzheimer.
Hal ini dapat dipicu oleh hal-hal seperti dehidrasi, gangguan keseimbangan garam (elektrolit) dalam tubuh, kadar oksigen yang rendah dan beberapa obat seperti obat penghilang rasa sakit dan steroid.
Satu di antara penyebab delirium pada pasien Covid-19 bisa jadi kekurangan oksigen karena virus menyerang paru-paru.
Selain itu, delirium juga bisa disebabkan karena badai sitokin.
“Peradangan yang disebabkan oleh cara sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap virus dapat memblokir darah ke otak pasien,” kata Spesialis Perawatan Neurokritikal, Pravin George, DO, dikutip dari situs Cleveland Clinic.
Namun, dia juga mengatakan jika ada kemungkinan virus benar-benar menyerang otak.
Baca juga: Setelah Isolasi Mandiri Covid-19, Ada 7 Gejala yang Diduga Bisa Bertahan Sangat Lama
“Virus mungkin menyerang neuron di dalam jaringan otak. Otak memiliki neuron yang mengandung reseptor ACE2 yang sangat mirip dengan reseptor yang ditemukan di paru-paru yang berfungsi sebagai pintu gerbang virus corona untuk menyerang sel di sana,” kata Dr. George.
Dia juga menjelaskan jika delirium dibagi ke dalam dua kategori.
Delirium Hiperaktif
Di mana seseorang tiba-tiba berubah karakter dan mulai bertingkah aneh.
Mereka mungkin gelisah atau tertekan, atau bahkan agresif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/gejala-tidak-khas-lansia.jpg)