Virus Corona
Penurunan Kesadaran saat Isolasi Mandiri, Kenali Risiko Gejala Delirium pada Pasien Covid-19
Penurunan kesadaran atau delirium bisa menjadi tanda bahaya bagi pasien Covid-19 saat menjalani isolasi mandiri.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
Itu menyebabkan kekhawatiran mengingat lonjakan terbaru kasus positif Covid-19 kebanyakan merupakan pasien di bawah usia 40 tahun.
“Ini tidak berarti bahwa pasien yang lebih muda akan mengalami gejala ini,” kata Dr. George.
“Tetapi itu masih harus ditanggapi dengan serius, terutama karena pasien yang lebih muda mewakili sebagian besar kasus baru.”
“Masih banyak yang tidak kita ketahui tentang virus ini,” lanjutnya.
“Dan ini adalah kondisi serius yang melemahkan yang dapat memiliki efek kesehatan jangka panjang bahkan jika seseorang 'sembuh' dari virus."
Menurut data ZOE Covid Study Symptom, kemungkinan mengalami delirium dengan Covid-19 bervariasi berdasarkan usia.
Dalam data aplikasi kami, hanya sekitar 6 persen anak-anak yang sakit Covid-19 mengalami delirium.
Sementara sekitar 15 persen orang dewasa berusia 16-65 tahun dan hampir 20 persen dari mereka yang berusia di atas 65 tahun melaporkannya.
Delirium adalah satu-satunya gejala penyakit untuk sekitar satu dari lima pasien lanjut usia yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19.
Artinya pasien lansia mungkin hanya mengalami gejala delirium tanpa mengalami gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk, dan sesak napas.
Jadi sangat penting untuk mengawasi tanda-tanda pada kerabat yang lebih tua atau terlebih jika berada dalam satu rumah.
Jika mengetahui mengalami delirium, harus mencari bantuan medis, terutama jika mereka lemah dan lanjut usia. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/gejala-tidak-khas-lansia.jpg)