Breaking News:

Kebakaran di Lapas Tangerang

Sosok Diyan Adi Priyana, Napi Terorisme yang Tewas pada Kebakaran di Lapas Tangerang

Sosok Diyan Adi Priyana (44), terpidana kasus terorisme meninggal dunia dalam kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021) dini hari tadi.

Tribunnews.com/Istimewa
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Akibat kebakaran yang terjadi selama dua jam lebih itu, sedikitnya 41 orang tewas. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih. 

TRIBUNWOW.COM - Sosok Diyan Adi Priyana (44), terpidana kasus terorisme meninggal dunia dalam kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021) dini hari tadi.

Diyan Adi Priyana menjadi korban tewas satu di antara 41 narapidana yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Diketahui, kebakaran dini hari menghanguskan bangunan dan seisi Blok C2 yang dihuni 122 narapidana yang kebanyakan kasus narkoba.

Adapun Diyan Adi Priyana merupakan pindahan dari Rutan Mako Brimob sebelum menjalani hidupnya di Lapas Tangerang.

Jumlah korban kebakaran meninggal Lapas Kelas I Tangerang totalnya 41 orang, luka ringan 31 orang, Rabu (8/9/2021)
Jumlah korban kebakaran meninggal Lapas Kelas I Tangerang totalnya 41 orang, luka ringan 31 orang, Rabu (8/9/2021) (Istimewa via TribunTangerang.com)

Baca juga: Jelang Bebas, Napi Ini Jadi Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Korban Terkunci di Kamar hingga Tewas

Sepak terjang Diyan Adi Priyana alias Diyan alias Prasetyo dalam kasus terorisme cukup panjang, karena terlibat bom Thamrin dan JW Marriot.  

Kematian Diyan Adi Priyana atau DAP dibenarkan Menkumham Yasonna Laoly saat konferensi pers di Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9/2021) siang.

"Salah satu korban meninggal adalah warga binaan kasus terorisme, satu pembunuhan, sementara lainnya kasus narkoba," ujar Yasonna.

Di antara 41 narapidana yang meninggal termasuk dua warga negara asing, yakni Ricardo Ussumane Embalo asal Portugal dan Samuel Machado Nhavene asal Afrika Selatan.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, mengungkapkan kemunculan api diduga karena korsleting listrik. 

Api membesar dari satu titik saja dan percikannya menyasar plafon Blok C2 yang terbuat dari tripleks yang mudah terbakar. 

"Titik api dari satu titik. Kemudian titik api mengenai atap di balik plafon. Plafonnya terbuat dari triplek mudah terbakar," kata Ade.

Selain plafon tripleks, indikasi awal mula api membesar dipicu ledakan seperti keterangan salah satu saksi.

Baca juga: Cerita Petugas Bawa Jenazah Napi Korban Kebakaran di Lapas Tangerang, Abu Berjatuhan dan Bau Hangus

Sosok Diyan Adi Priyana

Berdasar dokumentasi pemberitaan Tribunnews.com, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menciduk DAP di Cisauk, Tangerang.

Ia masuk dalam jaringan teroris yang melakukan teror bom di Jalan MH Thamrin pada 14 Januari 2016.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap DAP di rumahnya Jalan Ceremai 1 No 14, Perum Suradita, Cisauk, Tangerang, Minggu (21/2/2016) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Heri, Ketua RT setempat saat itu, menjelaskan DAP pernah tertangkap pada 2012 dan menjalani pidana penjara kurang lebih 2 tahun.

"Dia belum lama bebas," beber Heri.

Selepas bebas dari penjara, menurut Heri, DAP yang membuka usaha pengobatan herbal dikenakan wajib lapor.

Heri menilai DAP sebagai warga dengan kepribadian yang baik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved