Virus Corona
Rangkaian Acara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 Ditutup, Jepang Catat 878 Infeksi Covid-19
Jepang mencatat ada 878 kasus selama pelaksanaan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Panas Tokyo 2020 bersamaan dengan ditutupnya Desa Atlet Olimpiade.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM – Rangkaian acara Paralimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo ditutup pada Minggu (5/9/2021) dan membuat Jepang mencatatkan total 878 kasus infeksi Covid-19 sejak 1 Juli.
Jumlah itu merupakan gabungan dari kasus Covid-19 yang dikonfirmasi selama pelaksanaan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo.
Dilansir dari Mainichi, panitia penyelenggara mengumumkan jumlah itu bersamaan dengan penutupan Desa Atlet Olimpiade secara resmi pada Rabu (8/9/2021).
Baca juga: Kasus Pertama Varian Terbaru Covid-19 Mu Ditemukan di 2 Bandara Jepang
Baca juga: Dianggap Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Jepang Kecam Pengadaan Konser Namimonogatari2021
Diketahui sebanyak 323 infeksi virus Covid-19 tercatat selama Paralimpiade Tokyo.
Hanya 17 kasus terjadi di antara penduduk Desa Atlet Olimpiade yang terhubung dengan pertandingan untuk atlet penyandang disabilitas itu.
Empat kasus terakhir dilaporkan pada Rabu (8/9/2021).
Sementara, sebanyak 236 infeksi lain terjadi di antara penduduk Jepang dengan staf yang mengurusi jalannya pelaksanaan rangkaian Paralimpiade.
Para atlet menyumbang 13 infeksi, pelatih dan tim pertandingan lainnya 54 orang dan staf media 18 kasus.
Kemudian anggota panitia penyelenggara mencatatkan 14 kasus, relawan 11 orang, dan staf luar negeri di tempat pelatihan pra-pertandingan menyumbang tujuh kasus infeksi Covid-19.
Desa Olimpiade adalah kompleks perumahan di distrik Harumi di tepi teluk Tokyo.
Desa itu akan diubah menjadi 5.632 unit untuk dijual atau disewa dengan penghuni pertama akan masuk pada Maret 2024.
Selama berjalannya Olimpiade dan Paralimpiade, pujian didapatkan Jepang terkait fasilitas kafetaria, kebersihan dan salon kecantikan.
Menteri Olimpiade Paralimpiade Jepang, Tamayo Marukawa menyebut makanan sebagai alat utama untuk menyampaikan budaya Jepang.
Di sisi lain, beberapa atlet Olimpiade diketahui melanggar aturan pembatasan virus Covid-19 dengan meninggalkan desa untuk jalan-jalan.
Baca juga: Sempat Ditunda 2 Tahun, Pernikahan Puteri Mako akan Digelar Tahun Ini Tanpa Ritual Adat Jepang
Baca juga: Kasus Pertama Varian Terbaru Covid-19 Mu Ditemukan di 2 Bandara Jepang
Sebelum dilakukan penutupan resmi Desa Atlet Olimpiade, Jepang telah mencabut simbol "agitos" Paralimpiade dari Teluk Tokyo sehari setelah pertandingan itu ditutup di Stadion Nasional pada Senin (6/9/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/paralimpiade-logo.jpg)