Breaking News:

Terkini Internasional

Dianggap Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Jepang Kecam Pengadaan Konser Namimonogatari2021

Konser musik hip-hop Namimonogatari2021 dikecam Jepang karena dianggap melanggar protokol kesehatan di Prefektur Aichi

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube/BBC News
Shibuya, Tokyo. Jepang kecam penyelenggaraan acara musik hip-hop Namimonogatari2021 karena dianggap melanggar protokol kesehatan di tengah tingginya kasus virus Covid-19 pada Senin, (30/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Gubernur Aichi kecam penyelenggaraan konser musik hip-hop Namimonogatari2021 karena dianggap melanggar protokol kesehatan di tengah tingginya kasus virus Covid-19 di Jepang pada Senin (30/8/2021).

Dilansir dari The Japan Times, sekitar 8 ribu tiket konser telah terjual untuk acara Namimonogatari2021 yang diadakan di Tokoname, Prefektur Aichi pada Minggu (29/8/2021).

Namimonogatari2021 menjadi acara tahunan yang telah diadakan sejak tahun 2005 dan menyatukan artis hip-hop serta R&B dalam satu panggung sehingga dikatakan sebagai salah satu konser acara musik terbesar di Jepang.

Baca juga: 2 Pria Jepang Meninggal Pasca Vaksin Kedua Moderna yang Ditangguhkan, Penyebab Masih Diselidiki

Baca juga: Sejumlah Vaksin Moderna di Jepang Ditemukan Terkontaminasi, 1,63 Juta Dosis Suntikan Dihentikan

“Tidak ada pelaksanaan jaga jarak di dekat panggung dan beberapa minuman beralkohol dijual di sana. Sangat disesalkan karena permintaan (protokol) keselamatan dari kami tidak diikuti,” ungkap Gubernur prefektur Aichi, Hideki Omura dalam konferensi pers pada Senin, (30/8/2021).

Sebelumnya, penyelenggara acara Namimonogatari2021 diminta mematuhi protokol kesehatan dan tidak menjual alkohol serta membatasi penonton hanya 5 ribu orang.

Prefektur Aichi akan melarang penyelenggara acara, Office Keef Co menggunakan fasilitas umum di seluruh prefektur Jepang setelah gagal mengelola Namimonogatari2021.

Office Keef Co meminta maaf meskipun mengakui pihaknya telah mengunggah peraturan acara di situs resminya dan meminta penonton mematuhi protokol kesehatan berulang kali selama acara berlangsung.

Penjualan alkohol juga dikatakan telah dilaporkan sebelumnya.

Namun, Namimonogatari2021 tetap mendapat kecaman melalui pengiriman surat protes oleh Hideki Omura dan Tatsuya Ito, Walikota Tokoname.

Penyelenggaraan acara itu juga mendapat kritikan dari masyarakat Jepang karena diadakan di tengah pandemi.

Baca juga: Pengunjung Alami Patah Tulang, Jepang Tutup Roller Coaster Tercepat Dunia Do-Dodonpa

Baca juga: Jepang akan Memperluas Wilayah dengan Keadaan Darurat setelah Varian Delta Covid-19 Menyebar

Jepang saat ini sedang melawan penyebaran virus Covid-19 varian Delta yang sangat menular di negaranya.

Dilansir dari Kyodo, ada seribu lebih kasus baru varian Delta dari 17.701 kasus Covid-19 yang diteliti selama seminggu oleh pemerintah Jepang sejak 16 Agustus lalu.

Tokyo mengalami peningkatan jumlah kasus baru hingga mencapai tiga kali lipat dari bulan sebelumnya yaitu 125.606 kasus baru pada Agustus ini.

Terhitung lebih dari 100 ribu kasus Covid-19 muncul di prefektur Saitama, Tokyo, Osaka dan Kanagawa. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkini internasional lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved