Breaking News:

Terkini Internasional

2 Pria Jepang Meninggal Pasca Vaksin Kedua Moderna yang Ditangguhkan, Penyebab Masih Diselidiki

Dua pria dikonfirmasi meninggal oleh Kementerian Kesehatan Jepang setelah menerima vaksin kedua Moderna yang ditangguhkan sebelumnya.

YouTube/BBC News
Ilustrasi Vaksin Virus Covid-19 

TRIBUNWOW.COM – Kementerian Kesehatan Jepang mengkonfirmasi kematian dua pria penerima vaksin Covid-19 Moderna Inc. dosis kedua yang penggunaannya dihentikan oleh Jepang setelah ditemukan kontaminasi pada Sabtu, (28/8/2021).

Dilansir Kyodo News, kedua pria berusia 30 dan 38 tahun itu meninggal beberapa hari setelah menerima suntikan vaksin Moderna kedua mereka pada 22 Agustus dan 15 Agustus lalu.

Keduanya mendapatkan dosis vaksin yang berasal dari salah satu manufaktur yang ditangguhkan oleh Jepang setelah ditemukan kontaminasi zat asing.

Sebanyak 17 tenaga medis yang terdiri dari 5 tenaga medis dari Puskemas Gambir dan 12 tenaga medis dari Dinas Kesehatan menerima vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Gambir, Cideng, Jakarta Pusat  , Kamis (14/1/2021).  Mereka yang dapat divaksin Covid-19 adalah kelompok umur 18-59 tahun. Dan Yang tak boleh disuntuk Vaksin Covid-19 mereka yang masih berusia dibawah 18 tahun, Ibu hamil dan menyusui, mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, pernah terpapar dan dalam pasien Covid-19 yang dalam perawatan. Wartakota/Henry
Ilustrasi vaksin Covid-19. Wartakota/Henry (WARTAKOTA/Henry Lopulalan)

Baca juga: Sejumlah Vaksin Moderna di Jepang Ditemukan Terkontaminasi, 1,63 Juta Dosis Suntikan Dihentikan

Baca juga: Jepang akan Memperluas Wilayah dengan Keadaan Darurat setelah Varian Delta Covid-19 Menyebar

Kementerian Kesehatan Jepang menyatakan masih belum diketahui apakah ada hubungan sebab akibat antara vaksinasi dan kematian mereka.

Hal itu karena tidak ditemukan adanya benda asing di salah satu botol vaksin yang digunakan oleh keduanya dan tidak ada satupun dari mereka yang memiliki riwayat reaksi alergi maupun kondisi medis tertentu.

Sebelumnya, Jepang menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis vaksin Moderna dari pabrik Spanyol yang dikirim ke 863 pusat vaksinasi nasional setelah zat asing dikonfirmasi dalam 39 botol yang tidak terpakai di delapan lokasi vaksinasi di lima prefektur Jepang pada Kamis, (26/8/2021).

Meskipun telah dilakukan pencegahan, Taro Kono, menteri Jepang yang bertanggung jawab atas upaya vaksinasi mengatakan bahwa lebih dari 500 ribu suntikan telah diberikan dari kelompok yang berpotensi terkontaminasi.

Takeda Pharmaceutical Co. yang bertanggungjawab atas penjualan dan distribusi vaksin Moderna di Jepang baru melaporkan masalah kontaminasi itu ke kementerian kesehatan pada 25 Agustus 2021, meskipun zat asing telah dikonfirmasi sejak 16 Agustus lalu.

“Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa kematian itu disebabkan oleh vaksin Moderna Covid-19,” kata Moderna dan Takeda dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (29/8/2021).

“Penting untuk melakukan penyelidikan formal untuk menentukan apakah ada hubungan,” tambahnya.

Dilansir dari The Japan Times, Fumie Sakamoto, manajer pengendalian infeksi di Rumah Sakit Internasional St. Luke di Tokyo, memperingatkan agar tidak menarik hubungan antara suntikan itu dan kematian yang dilaporkan.

“Mungkin hanya ada hubungan sementara antara vaksinasi dan kematian,” kata Sakamoto. 

Baca juga: Polemik Asal-usul Virus Corona, Ini Alasan China Desak WHO Selidiki Laboraturium Amerika Serikat

Baca juga: Pengunjung Alami Patah Tulang, Jepang Tutup Roller Coaster Tercepat Dunia Do-Dodonpa

“Ada begitu banyak hal yang masih belum kami ketahui untuk membuat kesimpulan tentang dua kasus ini.” ujarnya.

Dalam kematian yang dilaporkan, kedua pria itu mengalami demam sehari setelah menerima vaksin Moderna dosis kedua dan meninggal dua hari setelahnya.

Pada 8 Agustus lalu, 991 orang dilaporkan meninggal di Jepang setelah menerima suntikan vaksin Pfizer Inc. dan 11 orang meninggal pasca menerima vaksin Moderna.

Namun, kementerian kesehatan menyatakan tidak ada hubungan sebab akibat antara suntikan dan kematian. 

Reaksi merugikan telah dilaporkan pada frekuensi 0,01% untuk suntikan Moderna.

Sejauh ini, lebih dari 1.000 orang secara total telah meninggal di Jepang setelah diberikan vaksin Covid-19, tetapi para ahli kesehatan belum menentukan hubungan sebab akibat antara vaksinasi dan kematian. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita Terkini Internasional lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved