Virus Corona
Coba saat Isolasi Mandiri Covid-19, Ini 8 Bahan Herbal yang Dikenal Memiliki Sifat Antivirus
Sejumlah tanaman herbal telah lama digunakan sebagai obat sejumlah penyakit termasuk penyakit yang disebabkan oleh virus.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah tanaman herbal telah lama digunakan sebagai obat sejumlah penyakit termasuk penyakit yang disebabkan oleh virus.
Meski belum ada yang terbukti ampuh untuk virus penyebab Covid-19, sejumlah herbal juga memiliki manfaat yang baik jika dikonsumsi saat isolasi mandiri.
Terutama di Indonesia, berbagai jenis tanaman herbal telah digunakan secara turun-temurun untuk mengobati berbagai penyakit.
Baca juga: Bisa Tingkatkan Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali 6 Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan
Baca juga: Waspada saat Isolasi Mandiri, Kenali Penyebab Perburukan Kondisi Tiba-tiba pada Pasien Covid-19
Beberapa herbal memiliki manfaat untuk meningkatkan respon imun, dan beberapa lainnya mungkin bisa digunakan sebagai pereda gejala saat isolasi mandiri.
Namun, beberapa herbal tersebut juga hanya baru diteliti dengan jumlah yang terbatas terutama untuk penelitian yang menguji kepada manusia.
Sehingga tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya secara berlebihan untuk menghindari risiko yang bisa terjadi.
Dilansir dari Healthline, berikut beberapa jenis herbal yang memiliki sifat antivirus:
1. Bawang Putih
Bawang putih adalah obat alami yang populer untuk berbagai kondisi, termasuk infeksi virus.
Dalam sebuah penelitian pada 23 orang dewasa dengan kutil yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), mengoleskan ekstrak bawang putih ke daerah yang terkena dua kali sehari menghilangkan kutil di semuanya setelah 1-2 minggu.
Baca juga: Penurunan Kesadaran saat Isolasi Mandiri, Kenali Risiko Gejala Delirium pada Pasien Covid-19
Selain itu, penelitian tabung reaksi yang lebih lama mencatat bahwa bawang putih mungkin memiliki aktivitas antivirus terhadap influenza A dan B, HIV, HSV-1, pneumonia virus, dan rhinovirus, yang menyebabkan flu biasa.
Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut secara uji klinis untuk mengonfirmasinya.
Penelitian pada hewan dan tabung percobaan menunjukkan bahwa bawang putih meningkatkan respons sistem kekebalan dengan merangsang sel-sel kekebalan pelindung, yang dapat melindungi terhadap infeksi virus.
2. Kemangi
Kemangi, bahkan dalam beberapa varietas disebut bisa beranfaat untuk sejumlah infeksi yang disebabkan oleh virus.
Misalnya, dalam sebuah penelitian tabung, ekstrak kemangi termasuk senyawa seperti apigenin dan asam ursolat, menunjukkan efek kuat terhadap virus herpes, hepatitis B, dan enterovirus.
Kemangi suci, juga dikenal sebagai tulsi, telah terbukti meningkatkan kekebalan, yang dapat membantu melawan infeksi virus.
Ekstrak kemangi secara signifikan meningkatkan kadar sel T pembantu dan sel pembunuh alami, keduanya merupakan sel kekebalan yang membantu melindungi dan mempertahankan tubuh dari infeksi virus.
3. Adas
Sebuah penelitian tabung menunjukkan bahwa ekstrak adas menunjukkan efek antivirus yang kuat terhadap virus herpes dan parainfluenza tipe-3 (PI-3), yang menyebabkan infeksi pernapasan pada sapi.
Terlebih lagi, trans-anethole, komponen utama minyak esensial adas, telah menunjukkan efek antivirus yang kuat terhadap virus herpes.
Menurut penelitian pada hewan, adas juga dapat meningkatkan sistem kekebalan dan mengurangi peradangan, yang juga dapat membantu memerangi infeksi virus.
4. Peppermint
Peppermint juga telah lama dikenal memiliki manfaat antivirus.
Biasanya, herbal ini ditambahkan ke teh, ekstrak, dan tincture yang dimaksudkan untuk mengobati infeksi virus secara alami.
Daun dan minyak esensialnya mengandung komponen aktif, termasuk mentol dan asam rosmarinic, yang memiliki aktivitas antivirus dan anti-inflamasi.
Dalam penelitian tabung reaksi, ekstrak daun peppermint menunjukkan aktivitas antivirus yang kuat terhadap virus pernapasan syncytial (RSV) dan secara signifikan menurunkan tingkat senyawa inflamasi.
5. Jahe
Produk jahe, seperti ramuan, teh, dan permen jahe, adalah obat alami yang populer.
Jahe telah terbukti memiliki aktivitas antivirus yang mengesankan berkat konsentrasi tinggi senyawa tanaman yang kuat.
Penelitian tabung percobaan menunjukkan bahwa ekstrak jahe memiliki efek antivirus terhadap flu burung, RSV, dan feline calicivirus (FCV), yang sebanding dengan norovirus manusia.
Selain itu, senyawa spesifik dalam jahe, seperti gingerol dan zingerone, telah ditemukan untuk menghambat replikasi virus dan mencegah virus memasuki sel inang.
6. Ginseng
Khasiatnya sebagai obat telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan telah terbukti sangat efektif dalam memerangi virus.
Dalam penelitian pada hewan dan tabung reaksi, ekstrak ginseng merah Korea telah menunjukkan efek yang signifikan terhadap RSV, virus herpes, dan hepatitis A.
Selain itu, senyawa dalam ginseng yang disebut ginsenosides memiliki efek antivirus terhadap hepatitis B, norovirus, dan coxsackievirus, yang berhubungan dengan beberapa penyakit serius.
7. Rosemary
Rosemary memiliki aplikasi terapeutik karena memiliki banyak senyawa bermanfaat termasuk asam oleanolic.
Asam oleanolic telah menunjukkan aktivitas antivirus terhadap virus herpes, HIV, influenza, dan hepatitis pada hewan dan penelitian tabung.
Plus, ekstrak rosemary telah menunjukkan efek antivirus terhadap virus herpes dan hepatitis A, yang mempengaruhi hati. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-minuman-jahe.jpg)