Virus Corona
Bukan untuk Mempercepat Kesembuhan, Ini Manfaat Konsumsi Vitamin C saat Isolasi Mandiri Covid-19
Mengonsumsi vitamin C diperkirakan membantu membalikkan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dianjurkan mengonsumsi vitamin C atau suplemen lainnya bukan untuk mempercepat kesembuhan atau masa isolasi mandiri.
Mengonsumsi vitamin C diperkirakan membantu membalikkan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh Covid-19.
Hingga kini, tidak ada bukti yang cukup untuk mengatakan jika vitamin C bisa berguna untuk mengobati atau menyembuhkan Covid-19.
Baca juga: Jadi Bahan Obat Herbal untuk Terapi Covid-19 di Vietnam, Kenali Manfaat Cengkeh bagi Kesehatan
Baca juga: Vietnam Kembangkan Vipdervir Obat Herbal untuk Pasien Covid-19, Bahan Utamanya Banyak di Indonesia
Tetapi, dilansir dari Medical News Today, meskipun vitamin C mungkin tidak mengobati atau mencegah Covid-19, vitamin C dapat membantu mengurangi keparahan komplikasinya.
Vitamin C adalah antioksidan, yang berarti dapat melawan kerusakan oksidatif.
Ketika sistem kekebalan diaktifkan untuk membunuh patogen, itu juga dapat menyebabkan kerusakan oksidatif.
Ini menunjukkan bahwa vitamin C dapat melawan kerusakan yang disebabkan oleh proses melawan penyakit.
Ini juga membantu fungsi kekebalan tubuh yang sehat dengan mendukung perkembangan sel darah putih.
Dalam perannya sebagai antioksidan, vitamin C juga dapat membantu melawan peradangan, yang dapat merusak paru-paru dan organ lainnya.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa orang dengan Covid-19 yang parah mengalami tingkat peradangan yang berbahaya.
Namun, sebuah makalah tahun 2020 memperingatkan bahwa dosis vitamin C yang sangat tinggi dapat mengubah cara sel-sel kekebalan mati, dan meningkatkan risiko peradangan lokal.
Baca juga: Bisa Tingkatkan Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Manfaat Herbal Pegagan bagi Kesehatan
Kadar vitamin C juga cenderung menurun saat seseorang sedang tidak sehat, padahal kebutuhan sistem kekebalan tubuh akan vitamin ini meningkat.
Suplementasi vitamin C dianjurkan karena bisa membantu mencegah penipisan ini, sehingga mendukung sistem kekebalan tubuh.
Vitamin C bahkan pada dosis tinggi, juga hanya akan menyebabkan sedikit efek samping.
Ini berarti bahwa ini mungkin merupakan alternatif yang lebih aman untuk perawatan yang lebih berisiko.
Banyak studi yang membuktikan bahwa vitamin C berguna bagi penyakit saluran pernapasan secara umum.
Vitamin C juga diyakini bisa mengurangi risiko orang dengan infeksi saluran pernapasan akut untuk menggunakan ventilator.
Kini juga sejumlah rumah sakit menggunakan vitamin C sebagai protokol terapi Covid-19.
Itu karena vitamin C merupakan antioksidan kuat yang sangat penting untuk fungsi sel kekebalan.
Mereka mengutip penelitian skala besar terhadap lebih dari 11 ribu pasien yang menunjukkan bahwa vitamin C mengurangi risiko tertular flu.
Mereka juga mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa vitamin C mengurangi gejala pilek, sekitar 25 persen di antaranya disebabkan oleh Virus Corona lainnya.
Karena itu, penggunaan vitamin C bisa dibilang sama dengan penggunaan herbal atau suplemen lainnya.
Dalam mencegah risiko keparahan akibat Covid-19 memperkuat sistem kekebalan masih menjadi satu-satunya jalan.
Meskipun dokter telah bereksperimen dengan berbagai perawatan untuk Covid-19, mereka belum menemukan pengobatan atau penyembuhan yang efektif.
Kebanyakan orang dengan tepat mengandalkan pencegahan, sementara beberapa telah beralih ke pengobatan dan suplemen alternatif untuk mengurangi risiko mereka dan untuk mengurangi infeksi.
Saat ini hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa pengobatan apa pun efektif melawan Covid-19.
Pasien Covid-19 juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter mereka untuk membahas langkah-langkah yang akan digunakan untuk terapi dan melindungi mereka dari Covid-19 dan komplikasinya. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)