Virus Corona
Banyak Ditanyakan, dr Tirta Jelaskan Penyebab dan Cara Hindari Badai Sitokin pada Pasien Covid-19
Dokter Tirta menjelaskan fenomena badai sitokin pada pasien Covid-19 yang disebutnya menjadi pertanyaan banyak pihak.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - dr. Tirta Mandira Hudhi yang merupakan seorang dokter dan influencer menjelaskan fenomena badai sitokin pada pasien Covid-19 yang disebutnya menjadi pertanyaan banyak pihak.
Dia menyebut fenomena badai sitokin yang terjadi pada pasien Covid-19, sebenarnya sudah banyak dijelaskan bahkan sejak tahun lalu.
"Saya akan jelaskan dengan bahasa yang sangat gampang," ujarnya dalam Youtube miliknya Tirta PengPengPeng, Jumay (3/9/2021).
Baca juga: Waspada Kaki Menghitam saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Baca juga: Terapi Anosmia-Batuk, Coba 8 Manfaat Kesehatan Minyak Kayu Putih saat Isolasi Mandiri Covid-19
Menjelaskan tetentang badai sitokin, dia mengatakan bahwa di dalam tubuh seseorang terdapat sistem imun atau sistem pertahanan tubuh yang cukup bagus.
Sehingga jika terdapat virus atau sesuatu yang lain, yang mengganggu tubuh masuk, sistem imun tersebut akan melawannya.
"Itu harus imbang, jadi setelah imun kita melawan maka imun kita yang beredar di darah itu harus disingkirkan, tentara kita harus stabil," kata dr. Tirta.
Jadi jika terdapat infeksi itu akan meninggi dan setelah selesai tentara tersebut akan ditarik kembali.
Di dalam sistem imun juga terdapat dua agen yaitu agen pro radang dan agen antiradang, dan keduanya bertugas untuk saling menstabilkan.
"Sehingga sel-sel yang membasmi ini ditarik mundur," jelasnya.
Namun, dalam beberapa kondisi, sistem imun pro radang atau yang menyebabkan peradangan tidak bisa ditarik mundur.
Baca juga: Wajib Konsultasi Rutin saat Isolasi Mandiri Covid-19, Ini Cara Mendapat Layanan Telemedicine Gratis
Ketika terjadi demikian, sistem imun tersebut secara signifikan akan menyerang tubuh itu sendiri.
"Dan terjadi peradangan oleh sel radang kita sendiri, jadi mulai ngerusak sel radang itu," ujarnya.
"Pada paru-paru, gambarannya adalah penumpukan infiltrat akibat sel radang."
Hal itu bahkan bisa menyebabkan gangguan pernapasan.
Beberapa kondisi untuk yang rentan mengalami badai sitokin biasanya adalah diabetes militus dan obesitas.