Virus Corona
Wajib Konsultasi Rutin saat Isolasi Mandiri Covid-19, Ini Cara Mendapat Layanan Telemedicine Gratis
Mendapat pantauan dari dokter terkait kondisi kesehatan saat isolasi mandiri sangat penting bagi pasien Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Mendapat pantauan dari dokter terkait kondisi kesehatan saat isolasi mandiri sangat penting bagi pasien Covid-19.
Dokter bisa memberi saran yang bisa dilakukan agar kondisi kesehatan lebih membaik dan mengerti kapan waktunya harus dirujuk ke rumah sakit.
Bahkan, ketika ingin memilik isolasi mandiri, pasien juga dianjurkan untuk mensosialisasikan bahwa dirinya atau di rumahnya sedang ada pasien yang menjalani isolasi mandiri.
Baca juga: Berapa Lama Antibodi pada Penyintas Covid-19 Bisa Bertahan? Simak Keterangan Ahli
Baca juga: Penyintas Covid-19 Berisiko Tinggi, Hindari 10 Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal saat Isoman
Baik ke tokoh masyarakat maupun ke Satgas Covid-19 setempat.
Pemerintah juga telah memberikan fasilitas layanan telekonsultasi gratis yang bisa dimanfaatkan melalui layanan telemedicine.
Dilansir dari Indonesia.go.id pada Minggu (1/8/2021), meski baru di wilayah perkotaan, layanan telemedicine kini sudah ada di Jawa dan Bali.
Layanan telemedicine ini diujicobakan di DKI Jakarta kemudian diperluas sehingga mencakup wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
Selain Jabodetabek, kini penggunaan layanan telemedisin ini diperluas lagi, antara lain Kota Karawang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Denpasar.
Bukan hanya mempermudah layanan konsultasi kepada dokter, layanan ini juga memberikan paket obat gratis bagi pasien isolasi mandiri.
Baca juga: Covid-19 Bisa Picu Masalah Ginjal, Bantu Cegah dengan Konsumsi 6 Hal Ini saat Isolasi Mandiri
Ada 11 platform telemedisin di Indonesia yang bekerjasama dengan Kemenkes antara lain Halodoc, YesDok, Alodokter, Klik Dokter, SehatQ, Good Doctor, Klinikgo, Link Sehat, Milvik, Prosehat, dan Getwell.
Adapun cara mengakses layanan berikut adalah:
1. Tes PCR atau Antigen di laboraturium yang terafiliasi Kementerian Kesehatan
Jika hasil tesnya positif dan laboratorium melaporkan hasilnya ke database kasus positif Covid-19 di Kemenkes (NAR), maka pasien akan menerima pesan WhatsApp (WA) dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis.
Data ini wajib dilaporkan setiap laboratorium penyedia layanan tes Covid-19 ke Kemenkes.
Kasus positif adalah pasien yang memiliki hasil positif tes PCR dari tujuh hari ke belakang atau tes swab antigen positif dari dua hari terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/capture-isoman-kemenkes.jpg)