Breaking News:

Virus Corona

Berapa Lama Antibodi pada Penyintas Covid-19 Bisa Bertahan? Simak Keterangan Ahli

Pasien Covid-19 yang telah sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri akan memiliki antibodi atau kekebalan alami terhadap Covid-19.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
YouTube/BBC News
Ilustrasi Vaksin Virus Covid-19. Penyintas Covid-19 juga dianggap perlu menerima vaksin Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 yang telah sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri akan memiliki antibodi atau kekebalan alami terhadap Covid-19

Tetapi antibodi tersebut tidak akan bertahan lama dan mereka tetap dianjurkan untuk mendapat vaksin Covid-19

"Kekebalan alami pada awalnya kuat, tetapi kemungkinan tidak akan bertahan selamanya," kata mantan kepala FDA, Dr. Scott Gottlieb, Rabu (1/9/2021), dikutip dari CNBC.

Baca juga: Penyintas Covid-19 Berisiko Tinggi, Hindari 10 Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal saat Isoman

Baca juga: Covid-19 Bisa Picu Masalah Ginjal, Bantu Cegah dengan Konsumsi 6 Hal Ini saat Isolasi Mandiri

"Pada titik tertentu, orang-orang itu perlu divaksinasi," katanya

Penyintas Covid-19 bisa memiliki antibodi yang barik karena sistem imun sudah terbiasa terhadap kehadiran Virus Corona yang menyebabkan infeksi Covid-19

Karena itu, ketika virus datang kembali, sistem imun sudah siap dan punya alat untuk melawannya. 

The National Institutes of Health menjelaskan, jika sel kekebalan dan protein yang beredar di dalam tubuh dapat mengenali dan membunuh patogen jika ditemui lagi, melindungi terhadap penyakit dan mengurangi keparahan penyakit.

Hingga kini, kasus penyintas Covid-19 yang kembali terinfeksi Covid-19 dalam waktu dekat cukup jarang ditemui.

Komponen perlindungan kekebalan yang terdapat dalam sistem imun meliputi:

Baca juga: Sakit Kepala Terus-menerus saat Isolasi Mandiri Covid-19, Ini Penyebab dan Cara Meredakannya

Antibodi, yaitu protein yang beredar dalam darah dan mengenali zat asing seperti virus, dan menetralisirnya.

Sel T pembantu membantu mengenali patogen.

Sel T pembunuh membunuh patogen.

Sel B membuat antibodi baru ketika tubuh membutuhkannya.

Tetai komponen tersebut dikatakan tidak akan berlangsung lama.

"Kekebalan yang diberikan oleh infeksi alami tampaknya kuat dan tampaknya tahan lama. Kami tahu itu berlangsung setidaknya enam bulan, mungkin lebih lama," jelasnya.

"Firasat saya adalah itu tidak akan bertahan selamanya. Pada titik tertentu, orang-orang itu perlu divaksinasi," tambah Gottlieb, yang sekarang menjabat di dewan pembuat vaksin Pfizer.

Selain itu, yang belum dipastikan adalah bagaimana kondisi penyintas Covid-19 jika kembali mengalami reinfeksi. 

Belum diketahui secara pasti apakah antibodi alami juga bisa mengurangi keparahan penyakit ketika terinfeksi.

Dan apakah orang yang tidak mengalami gejala dan orang yang sakit parah akibat Covid-19 akan sama bentuk perlindungannya.

"Dengan SARS dan MERS, kami melihat orang yang lebih sakit akhirnya memiliki kekebalan yang lebih tahan lama," ujarnya.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved