Virus Corona
Berapa Lama Antibodi pada Penyintas Covid-19 Bisa Bertahan? Simak Keterangan Ahli
Pasien Covid-19 yang telah sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri akan memiliki antibodi atau kekebalan alami terhadap Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Firasat saya adalah itu tidak akan bertahan selamanya. Pada titik tertentu, orang-orang itu perlu divaksinasi," tambah Gottlieb, yang sekarang menjabat di dewan pembuat vaksin Pfizer.
Selain itu, yang belum dipastikan adalah bagaimana kondisi penyintas Covid-19 jika kembali mengalami reinfeksi.
Belum diketahui secara pasti apakah antibodi alami juga bisa mengurangi keparahan penyakit ketika terinfeksi.
Dan apakah orang yang tidak mengalami gejala dan orang yang sakit parah akibat Covid-19 akan sama bentuk perlindungannya.
"Dengan SARS dan MERS, kami melihat orang yang lebih sakit akhirnya memiliki kekebalan yang lebih tahan lama," ujarnya.
"Kami tidak tahu apakah itu sama terhadap kasus virus SARS-CoV-2, tetapi mungkin saja sama," kata Gottlieb.
Dalam data WHO, SARS pertama kali terdeteksi pada tahun 2003, sedangkan MERS awalnya dilaporkan pada tahun 2012.
Wabah SARS dan MERS hampir tidak seluas SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid.
Amerika Serikat sendiri hanya mengalami sedikit kasus SARS dan MERS.
Meski keduanya dikatakan lebih mematikan, kedua wabah itu hanya menyebabkan jumlah kematian yang terbatas jika dibandingkan dengan Covid.
Dalam penelitian di Israel, yang belum ditinjau, dikatakan jika infeksi alami justru memberikan perlindungan yang lebih tahan lama dan lebih kuat terhadap varian Delta dibanding vaksin Covid-19 dua dosis Pfizer.
Sebaliknya, sebuah penelitian di Inggris, sampai pada kesimpulan yang berbeda.
"Efektivitas dua dosis tetap setidaknya sama besarnya dengan perlindungan yang diberikan oleh infeksi alami sebelumnya," tulis para peneliti.
Tidak seperti di koran Israel, peserta dalam penelitian ini termasuk penerima vaksin dua dosis AstraZeneca dan Moderna, selain Pfizer.
"Saya pikir, jika meihat keduanya, berarti tidak ada kejelasan apakah kekebalan yang diinduksi vaksin lebih baik, sedikit lebih baik, sedikit lebih buruk, daripada" kekebalan alami, kata Gottlieb.