Terkini Internasional
PM Lee Hsien Loong Akhirnya Izinkan Perawat Muslim Singapura Pakai Hijab saat Bertugas
Dalam pidato Reli Hari Nasional 2021, Lee Hsien Loong perbolehkan perawat Muslim Singapura kenakan hijab saat bekerja mulai November
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM – Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong bolehkan perawat Muslim di sektor kesehatan publik Singapura kenakan hijab (penutup kepala) saat bekerja mulai November mendatang dalam pidato Reli Hari Nasional pada Minggu, (29/8/2021).
Dilansir dari The Straits Time, beberapa sektor yang menggunakan seragam di Singapura hingga saat ini belum mengizinkan penggunaan hijab.
Lee Hsien Loong mengungkapkan komunitas Muslim secara umum telah memahami dan menerima sikap pemerintah itu tetapi kebijakan tentang ras dan agama harus disesuaikan dari waktu ke waktu.

Baca juga: Gaya Pidato Lee Hsien Loong Yakinkan Warga Singapura soal Corona: Kita Tidak Meninggalkan Siapapun
Baca juga: Adaptasi Hidup di Tengah Corona, Lee Hsien Loong Minta Warga Singapura Batasi Kegiatan Religius
Penggunaan hijab dianggap semakin penting bagi komunitas Muslim dan mencerminkan kecenderungan umum religiusitas yang lebih kuat dalam Islam dan di Singapura.
“Saya harap semua orang akan mengambil langkah terkait hijab dengan semangat yang benar. Kami membuat penyesuaian yang hati-hati untuk menjaga kerukunan ras dan agama kami dalam keadaan baik,” ungkap Lee Hsien Loong.
Lee Hsien Loong telah melakukan diskusi tertutup pada 2014 dengan para pemimpin Muslim yang membahas pentingnya hijab bagi mereka.
Sejak saat itu, pemerintah mengamati interaksi antar ras di Singapura dan diketahui warga non-Muslim sudah terbiasa berinteraksi dengan wanita Muslim yang berhijab.
Pemerintah juga melihat hubungan baik antara pasien dan perawat yang menggunakan hijab sehingga kebijakan dapat direvisi.
Pembicaraan telah dilakukan sejak April hingga Agustus tahun ini dengan para pemimpin di bidang keperawatan dan komunitas Muslim serta pemimpin serikat pekerja Singapura.
Namun, berbeda dengan perawat, penggunaan hijab belum diperbolehkan bagi pelajar dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) karena adanya pertimbangan tersendiri pemerintah.
Baca juga: Segera Longgarkan Pembatasan, Singapura Bersiap Hidup-Mati Berdampingan dengan Covid-19
Baca juga: Singapura Kirim 100 Ribu Dosis Vaksin Moderna Covid-19 untuk Brunei, Bagian dari Kerja Sama
Dikutip dari Channel News Asia, PM Lee Hsien Loong menyampaikan pidato Reli Hari Nasional Singapura di Mediacorp pada Minggu, (29/8/2021).
Reli Hari Nasional Singapura adalah pesan tahunan yang disampaikan oleh perdana menteri kepada masyarakat dan dilakukan pada hari Minggu pertama atau kedua setelah peringatan proklamasi kemerdekaan 9 Agustus.
Lee Hsien Loong juga membicarakan isu terkait Covid-19 sebelum membahas perizinan penggunaan hijab bagi perawat Muslim di Singapura.
Pemerintah sepenuhnya memahami keinginan lebih banyak wanita Muslim untuk mengenakan hijab, tetapi berhati-hati dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan reaksi masyarakat non-Muslim disana.
Pembahasan Undang-undang terkait pelanggaran rasial dan keinginan meloloskan Maintenance of Racial Harmony Act juga diungkapkan dalam pidatonya untuk mendorong toleransi antar kelompok ras yang berbeda di Singapura. (TribunWow.com/Alma Dyani P).