Breaking News:

Virus Corona

Bisa Jadi Pilihan Aktivitas saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali 6 Manfaat Baca Buku bagi Kesehatan

Satu di antara aktivitas yang bisa dicoba saat isolasi mandiri di rumah adalah membaca buku. 

Tayang:
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Istimewa
Empat buku yang dirilis Gramedia Pustaka Utama di MIWF 2017. Rutin membaca buku bermanfaat bagi kesehatan. 

TRIBUNWOW.COM - Satu di antara aktivitas yang bisa dicoba saat isolasi mandiri di rumah adalah membaca buku. 

Pasien Covid-19 memang memiliki batasan aktivitas ketika menjalani isolasi mandiri

Beberapa aktivitas juga bisa mengganggu kesehatan dan berdampak pada pemulihan pasien.

Misalnya terlalu sering menatap layar gadget yang bisa membuat sakit mata dan mengganggu kualitas tidur. 

Berbagai macam olahraga juga tidak dianjurkan karena bisa mengganggu proses pemulihan. 

Di antara yang menjadi pilihan aktivitas saat isolasi mandiri adalah membaca buku. 

Dilansir dari Healthline, membaca buku memiliki manfaat bagi kesehatan manusia.

Itu juga bisa menjadi alasan untuk melakukan aktivitas tersebut saat isolasi mandiri meski pasien Covid-19 merasa tidak suka membaca. 

Cobalah mengambil buku yang dirasa menarik dan mulai membacanya lembar demi lembar.

Baca juga: Waspada jika Ada yang Isoman di Rumah, Kenali Kapan Periode Waktu Paling Menular Pasien Covid-19

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Makanan Antiinflmasi Penting Dikonsumsi saat Isolasi Mandiri Covid-19

Disebutkan bahwa membaca buku bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, dan manfaat tersebut dapat bertahan seumur hidup.

Berikut beberapa manfaat di bidang kesehatan dari membaca buku:

1. Memperkuat otak

Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa membaca benar-benar bisa memperkuat otak.

Hal itu bahkan sudah dilakukan penelitian dengan menggunakan MRI.

Baca juga: Jangan Panik Jika Suhu Tubuh Naik saat Isoman Covid-19, Begini Langkah Awal Mengatasi Demam di Rumah

Saat kemampuan membaca matang, jaringan tersebut juga menjadi lebih kuat dan lebih canggih.

Dalam satu penelitian pada tahun 2013, dilakukan peneliti menggunakan pemindaian MRI fungsional untuk mengukur efek membaca novel pada otak.

Peserta studi membaca novel 'Pompei'” selama 9 hari.

Saat ketegangan dibangun dalam cerita, semakin banyak area otak yang menyala dengan aktivitas.

Pemindaian otak menunjukkan bahwa selama periode membaca dan selama berhari-hari sesudahnya, konektivitas otak meningkat.

Terutama di korteks somatosensori, bagian otak yang merespons sensasi fisik seperti gerakan dan rasa sakit.

Ini juga termasuk meningkatkan kosa kata, meningkatkan harga diri, membangun keterampilan komunikasi yang baik, dan memperkuat mesin prediksi yaitu otak manusia.

2. Meningkatkan kemampuan untuk berempati

Berdasarkan penelitian, orang yang membaca fiksi sastra memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk memahami perasaan dan keyakinan orang lain.

Para peneliti menyebut kemampuan ini sebagai 'teori pikiran', ini telah disebut sebagai keterampilan yang penting untuk membangun, menavigasi, dan memelihara hubungan sosial.

Tetapi hal ini tidak didapat dengan membaca satu atau dua buku karya sastra.

Di dalam penelitian menunjukkan bahwa pembaca fiksi jangka panjang yang cenderung memiliki teori pikiran yang berkembang lebih baik.

3. Membantu mencegah penurunan kognitif terkait usia

National Institute on Aging merekomendasikan membaca buku dan majalah sebagai cara untuk menjaga pikiran Anda tetap terlibat seiring bertambahnya usia.

Meski belum ada penelitian yang meyakinkan yang menyebut membaca bisa menghindari penyakit kognitif seperti Alzheimer.

Tetapi penelitian menunjukkan bahwa manula yang membaca dan memecahkan masalah matematika setiap hari bisa mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif mereka.

Dan semakin awal memulai untuk menjadikannya kebiasaan akan semakin baik.

Terdapat sebuah studi yang menarik di tahun 2013 yang dilakukan oleh Rush University Medical Center.

Mereka menemukan bahwa membaca secara rutin, akan membuat plak, lesi, dan kusut tau-protein yang ditemukan di otak penderita demensia tidak berkembang.

4. Mengurangi stres

Pada tahun 2009, sekelompok peneliti mengukur efek yoga, humor, dan membaca pada tingkat stres.

Itu dilakukan pada siswa ilmu kesehatan di Amerika Serikat.

Studi ini menemukan bahwa 30 menit membaca menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan perasaan tertekan psikologis sama efektifnya dengan yoga dan humor.

5. Membantu mengatasi masalah tidur

Dokter di Mayo Clinic menyarankan membaca sebagai bagian dari rutinitas tidur.

Beberapa dokter juga akan memasukkan membaca buku sebagai terapi yang bisa dilakukan untuk mengtasi kesulitan tidur.

Untuk hasil terbaik, gunakanlah buku dibanding layar gadget.

Karena cahaya yang dipancarkan oleh perangkat dapat membuat tetap terjaga dan menyebabkan hasil kesehatan lain yang tidak diinginkan.

6. Meringankan gejala depresi

Orang dengan depresi sering merasa terisolasi dan terasing dari orang lain.

Salah satu cara efektif untuk menghindari perasaan itu adalah dengan membaca buku.

Membaca fiksi dapat menjadi alternatif untuk merasa melarikan diri dari dunia dan terhanyut dalam pengalaman imajiner para karakter meski hanya sementara.

Dan buku swadaya nonfiksi dapat mengajari strategi yang dapat membantu mengelola gejala itu sendiri.

Itulah sebabnya Layanan Kesehatan Nasional Inggris telah memulai Reading Well.

Sebuah program menjadikan buku sebagai resep, di mana para ahli medis meresepkan buku-buku self-help yang dikuratori oleh para ahli medis khusus untuk kondisi tertentu. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya

Tags:
Virus CoronaCovid-19isolasi mandiriIsoman
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved