Virus Corona
Banyak yang Alami Nyeri Punggung saat Isolasi Mandiri, Apa Termasuk Gejala Covid-19?
Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri bisa mengalami sakit di punggung atau nyeri punggung.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
Virus yang menyebabkan Covid-19 dapat meniru enzim yang disebut angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) untuk memasuki sel Anda.
Di awal bagian, ini menunjukkan bahwa reseptor untuk enzim ini ditemukan di banyak bagian tubuh, termasuk otot rangka Anda.
Sedangkan dalam studi otopsi yang dilakukan terhadap virus yang mirip dengan Covid-19 tidak menemukan bukti adanya virus di jaringan otot.
Jadi, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami apakah kerusakan otot menjadi penyebab rasa sakit pada orang dengan Covid-19.
Sakit punggung yang dialami pasien Covid-19 sering digambarkan sebagai rasa sakit yang dalam.
Bukan rasa sakit yang tajam atau menusuk yang mungkin menyertai cedera otot yang tiba-tiba.
Rasa sakit yang disebabkan oleh infeksi virus juga cenderung berkurang dengan mengubah postur tubuh daripada rasa sakit yang disebabkan oleh cedera otot.
Gejala ini juga berpotensi menetap meski sudah sembuh dari Covid-19.
Beberapa orang dengan Covid19 masih merasakan gejala hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah infeksi awal.
Para peneliti masih berusaha mencari tahu seberapa umum nyeri punggung bertahan hingga lebih dari empat minggu.
Satu studi Italia tahun 2020 menemukan bahwa sekitar 25 persen orang dengan Covid-19 mengalami nyeri sendi yang persisten pada tindak lanjut 2 bulan setelah timbulnya gejala Covid-19.
Itu adalah gejala jarak jauh ketiga yang paling umum dilaporkan setelah kelelahan dan sesak napas.
Cara Meredakan Nyeri Punggung
Selain akibat peradangan, nyeri punggung juga bisa karena perubahan pola aktivitas di saat pandemi Covid-19.
Orang yang mengalami nyeri punggung di Amerika Serikat juga dilaporkan meningkat sejak awal pandemi Covid-19.