Breaking News:

Virus Corona

Gejala Covid-19 Bisa Meningkat saat Isolasi Mandiri, Ini 3 Tanda Virus Sudah Menyebar ke Paru-paru

Gejala Covid-19 bisa datang secara bertahap sejak pertama terinfeksi Covid-19. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
Rd.com
Ilustrasi wanita yang sedang batuk 

TRIBUNWOW.COM - Gejala Covid-19 bisa datang secara bertahap sejak pertama terinfeksi Covid-19

Gejala awal biasanya merupakan gejala peradangan yang biasa terjadi pada seseorang yang mengalami infeksi secara umum seperti demam, batuk, dan merasa kelelahan. 

Meski bisa menimbulkan banyak gejala, hingga kini Covid-19 masih dikategorikan sebagai penyakit paru-paru. 

Baca juga: Pandemi Belum Usai, Australia Temukan Kasus Wabah Mirip Covid-19, Apa Perlu Isolasi Mandiri Juga?

Baca juga: Dibutuhkan saat Isoman Covid-19, Ketua Satgas IDI Imbau Hindari Dosis Tinggi Vitamin D, Bisa Bahaya

Panagis Galiatsatos, M.D., M.H.S., yang merupakan pakar penyakit paru-paru di Johns Hopkins Bayview Medical Center dan menangani pasien Covid-19 menjelaskan bagaimana Covid-19 bisa menyerang paru. 

"Seperti yang telah kami pelajari lebih lanjut tentang Infeksi Covid-19 yang dihasilkan, kami telah menemukan bahwa pada Covid-19 yang parah, kondisi pro-inflamasi yang signifikan dapat mengakibatkan beberapa penyakit kritis, komplikasi, dan sindrom,” kata Galiatsatos.

Pada pneumonia, paru-paru menjadi penuh dengan cairan dan meradang, menyebabkan kesulitan bernapas.

Bagi sebagian orang, masalah pernapasan bisa menjadi cukup parah sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit dengan oksigen atau bahkan ventilator.

Pneumonia yang disebabkan oleh Covid-19 cenderung terjadi di kedua paru-paru.

Kantung udara di paru-paru terisi dengan cairan, membatasi kemampuan mereka untuk mengambil oksigen dan menyebabkan sesak napas, batuk dan gejala lainnya.

Baca juga: Baiknya Hindari Konsumsi Ini saat Isolasi Mandiri Covid-19, Ini 6 Makanan yang Bisa Picu Peradangan

Sementara kebanyakan orang sembuh dari pneumonia tanpa kerusakan paru-paru yang bertahan lama, pneumonia yang terkait dengan Covid-19 bisa parah.

Bahkan setelah penyakit berlalu, cedera paru-paru dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membaik.

Meski bisa menyerang organ lain, hingga saat ini masalah paru-paru dan komplikasi paru tetap menjadi salah satu masalah terbesar yang terkait dengan kasus Covid-19 yang parah. 

Ini juga merupakan kasus yang paling sering ditemukan. 

Melansir Times of India, menurut Dr Arvind Mohan, Ketua Institute of Chest Surgery menyebut penurunan fungsi paru sering menjadi masalah yang terkait dengan Covid-19 dan dapat bertahan lama.

Pneumonia Covid-19 juga merupakan penyebab umum kematian.

Sebuah makalah yang diterbitkan oleh John Hopkins Medicine, menjelaskan tanda dan gejala komplikasi paru-paru yang terkait dengan Covid-19.

Disebutkan bahwa gejala itu bisa terjadi dalam jangka pendek dan jangka panjang dapat ditentukan dengan beberapa tanda sederhana di hari-hari awal.

1. Batuk Terus Menerus

Ilustrasi wanita yang sedang batuk
Ilustrasi wanita yang sedang batuk (Rd.com)

Covid-19 diketahui senang berkembang biak di lapisan dada dan menyebabkan serangan batuk parah.

Batuk kering memang bisa menjadi gejala awal dan merupakan tanda khas Covid-19.

Tetapi jika mengalami batuk terus-menerus, yang tidak membaik bahkan dua hingga minggu setelah serangan infeksi awal, itu mungkin merupakan tanda komplikasi paru-paru dengan Covid-19.

Selain itu, batuk yang keras dan terus-menerus juga bisa menjadi tanda long Covid yang disebabkan gangguan paru.

2. Mengalami Sesak Napas

Ilustrasi sesak nafas atau mengi.
Ilustrasi sesak nafas atau mengi. (Boldsky.com)

Sesak napas atau dyspnea adalah masalah yang biasanya terjadi ketika ada infestasi atau gangguan fungsi paru-paru.

Bagi penderita Covid-19, terutama mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, mengalami sesak napas, atau penurunan saturasi oksigen bisa menjadi fatal dalam waktu singkat.

Pasien yang mengalami sesak napas membutuhkan dukungan oksigen dan beberapa membutuhkan perawatan dengan ventilator

Sayangnya, perawata dengan ventilator juga dapat menimbulkan masalah setelah pemulihan, karena pasien tersebut mungkin memerlukan bantuan dan dukungan tambahan untuk melanjutkan fungsi normal.

3. Nyeri Dada

Ilustrasi nyeri dada
Ilustrasi nyeri dada (Kontan.co.id)

Masalah kesulitan bernapas, terlebih yang disertai nyeri dada tiba-tiba mungkin merupakan tanda kerusakan paru-paru parah terkait Covid-19.

Baik itu tanda ringan atau fatal, gejala itu mungkin merupakan tanda peradangan di paru-paru dan dapat memiliki dampak yang bertahan lama, seperti jaringan parut paru-paru.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan pelayanan medis jika merasakannya.

Memburuknya komplikasi paru-paru atau dada dapat membuat tubuh lebih mudah menjadi mangsa penyakit lain dan infeksi mematikan, seperti sepsis, yang dapat terjadi ketika virus masuk ke aliran darah dan mulai menyerang jaringan sehat di tubuh - jantung dan paru-paru

Selain itu peradangan yang terjadi juga bisa menyababkan terjadinya badai sitokin.

Badai sitokin merupakan tanda sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang organ dan sel sehat juga bisa menjadi tanda komplikasi pernapasan.

Ini terutama terjadi ketika pertahanan tubuh bekerja terlalu keras dalam menghilangkan virus dari organ, dan membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan kerusakan lain, bersama dengan Covid-19.

Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru jangka panjang dan fungsi yang terganggu, yang juga disebut superinfeksi. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya

Tags:
Covid-19isolasi mandiriIsomanVirus CoronaParu-paruWHOVaksin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved