Virus Corona
Sempat Bandingkan dengan India, Begini Komentar Hotman Paris saat Pemerintah Turunkan Harga Tes PCR
Hotman Paris angkat bicara lagi terkait harga tes PCR yang kini akan segera diturunkan oleh pemerintah.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
"Kita butuh kecepatan," tandasnya.
Baca juga: Ramai Dibandingkan India, Jokowi Turunkan Harga PCR dan Segerakan Hasil Tes: Paling Lambat 1x24 Jam
Baca juga: Fakta Viral Mural Jokowi 404: Not Found, Dianggap Lecehkan Lambang Negara hingga sang Pembuat Diburu
Sementara itu, dalam kolom keterangan, Jokowi kembali menuliskan penegasan dari pernyataan tersebut.
"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Penanganan pandemi Covid-19 ini butuh kecepatan: cepat melakukan tes (testing), menelusuri kontak erat (tracing), dan merawat pasien yang terbukti positif (treatment).
Untuk itulah, saya menginstruksikan Menteri Kesehatan agar hasil tes PCR bisa diketahui paling lambat 1x24 jam. Selain itu, harga tes PCR ini diturunkan sampai di kisaran Rp 450.000-Rp 550.000."
Diketahui, belakangan ramai diberitakan mengenai tes PCR di India yang hanya dihargai 500 Rupee atau sekitar Rp 97.079.
Jika sampel diambil di rumah maka akan ada tambahan biaya menjadi 700 Rupee atau Rp 135.912.
Sedangkan biaya antigen sebesar 300 Rupee atau Rp 58.243 saja.
Hal ini pun menjadi perhatian berbagai pihak, baik dari asosiasi buruh maupun pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menuntut agar harga tes PCR di Indonesia dievaluasi dan dibuat lebih murah.
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Kata Eks Direktur WHO
Berkaca pada India, perbedaan selisih harga mencapai 10 kali lipat itu memang menyita sorotan sejumlah pihak.
Tak ayal bila kemudian sebagian menilai bahwa mahalnya harga tes PCR juga menjadi faktor penyebab rendah dan lambannya proses testing serta tracing Covid-19 di Indonesia.
Diberitakan TribunKesehatan, Eks Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama meminta adanya penelusuran mendalam mengenai tingginya biaya tes PCR.
Berdasarkan penuturan seorang temannya, Tjandra menyampaikan bahwa ada kemungkinan pemerintah India memberikan subsidi terkait biaya tes PCR.
Hal itu mungkin saja terjadi sebagai bagian penanggulangan pandemi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1ecewakan-oleh-retail-minuman-merk-kopi-kenangan-jumat-1382021.jpg)