Breaking News:

Terkini Nasional

Sejumlah Mural Kritikan pada Jokowi Dihapus, Refly Harun: Harus dengan Penjelasan, Ada Unsur Politik

Refly Harun menyoroti dihapusnya mural-mural bernarasi kritik terhadap Presiden Jokowi.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube Refly Harun
Pakar hukum tata negara Refly Harun mengomentari soal wacana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) maju tiga periode dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Terbaru, Refly Harun menyoroti dihapusnya mural-mural bernarasi kritik terhadap presiden, Jumat (13/8/2021). 

"Rasanya tidak mungkin tidak ada unsur politiknya, kalau misalnya ada kritik tiba-tiba dihapus, itu bisa saja ada unsur politiknya, tidak hanya unsur lingkungannya."

"Harus dijelaskan mengapa itu dilarang, dsan harus teknis, jangan substansinya. Karena substansinya itu adalah hak konstitusional yang dijamin oleh UUD," lanjutnya.

Baca juga: Sindiran Haikal Hassan soal Ramai Baliho Puan sebelum Pilpres 2024: Pak Jokowi Udah Dilepeh?

Simak videonya mulai menit ke 4.00:

Tanggapan Faldo Maldini

Staf Khusus Kementerian Sekretariat Negara (Mensetneg) Faldo Maldini angkat bicara terkait maraknya mural bernada kritikan yang muncul di berbagai daerah.

Mural-mural terkait kritikan terhadap pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Sayangnya, beberapa mural yang sempat viral di media sosial kini tampak sudah dihapus.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini
Foto Stafsus Mensetneg Faldo Maldini (Tribunnews)

Baca juga: Tanggapan Istana soal Gugatan Pedagang Angkringan ke Presiden Jokowi, Faldo Maldini: Memang Sulit

Menanggapi hal tersebut, Faldo mengatakan bahwa itu bukan campur tangan pemerintah pusat.

Dalam dialog bersama Refly Harun di tvone, Faldo Maldini justru mengkritik balik para pembuat mural tersebut.

"Jadi kalau lapar kita beli makan. Bukan beli cat," kata Faldo dikutip TribunWow.com, Jumat (13/8/2021).

Terkait penghapusan sejumlah mural, Faldo menegaskan hal itu bukan berati pemerintah enggan dikritik.

Kritik tersebut justru dipandang sebagai sesuatu yang baik dalam ruang demokrasi.

"Pak Presiden tidak pernah takut dibully atau dikata-katain, kita bisa list caci maki buat Presiden, King of lips service, PKI, Cina, lain-lain lah banyak banget. Tidak pernah marah," ujar Faldo.

"Ini adalah kemajuan di demokrasi kita dan ini perlu kita syukuri."

Baca juga: Sindiran Haikal Hassan soal Ramai Baliho Puan sebelum Pilpres 2024: Pak Jokowi Udah Dilepeh?

Baca juga: NasDem Apresiasi Pertemuan Jokowi dan Cucu Sisingamangaraja, Togu Simorangkir

Namun, Faldo menegaskan bahwa gambar-gambar bermakna sindiran atau kritik itu semestinya dilukis pada tempat yang tepat.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
MuralRefly HarunJokowiJakartaPasuruan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved