Breaking News:

Terkini Nasional

Sindiran Haikal Hassan soal Ramai Baliho Puan sebelum Pilpres 2024: Pak Jokowi Udah Dilepeh?

Haikal Hassan atau yang akrab disapa Babe Haikal melayangkan sindiran terkait ramai baliho Puan Mahrani yang dipasang di sejumlah tempat.

Kolase (KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA) dan KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA
Foto kiri: Baliho bergambar Puan Maharani di Jalan Pemuda, Blora, Selasa (3/8/2021) dan Foto kanan: Baliho bergambar ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di depan bekas stasiun Blora, Jumat (6/8/2021) 

TRIBUNWOW.COM - Haikal Hassan atau yang akrab disapa Babe Haikal melayangkan sindiran terkait ramai baliho Puan Mahrani yang dipasang di sejumlah tempat.

Dilansir TribunWow.com, Haikal menyebut uang yang digunakan untuk menyewa baliho bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi.

Pasalnya, kata dia, untuk sewa satu baliho dalam waktu enam bulan diperlukan biaya hingga Rp 2 miliar.

Ia pun mempertanyakan nurani para politisi yang memasang baliho saat masyarakat tengah kesusahan menghadapi pandemi.

Baliho bergambar Puan Maharani di Jalan Pemuda, Blora, Selasa (3/8/2021).
Baliho bergambar Puan Maharani di Jalan Pemuda, Blora, Selasa (3/8/2021). (KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA)

Baca juga: Bukan Tunggu 2024, Rocky Gerung Duga Tujuan Baliho Elite Politik: Enggak Hormati Presiden Lagi

Baca juga: Marak Baliho Puan hingga Airlangga, Pengamat Nilai Tak Peka Rakyat sedang Susah dan Buang-buang Uang

Hal itu diungkapkannya dalam acara CATATAN DEMOKRASI tvOne, Rabu (11/8/2021).

"Kita nih bicara rakyat, kita bicara nurani," kata Haikal.

"Kalau tadi dibahas soal popularitas, oke deh kita nih rakyat."

"Tanyakan nuranimu masing-masing, dengan memasang dari Aceh sampai Papua, kira-kira berapa total biayanya?," sambungnya.

Haikal menganggap tak pantas para politisi sudah memulai kampanye Pilpres 2024 saat ini.

Ia pun menyebut PDI Perjuangan (PDIP) sudah ingin segera mengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diusung di Pilpres 2014 hingga 2019 lalu.

"Masyarakat tahu dan bisa mengira-ngira, sebesar itukah yang dibutuhkan untuk sekedar popularitasnya?," jelasnya.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved