Breaking News:

Virus Corona

Masih Mungkin Terus Bermutasi, WHO: Penamaan Varian Covid-19 Bisa Gunakan Nama Rasi Bintang

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mendiskusikan untuk penamaan varian Covid-19 yang baru. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Kompas.com/ Shutterstock
Ilustrasi Covid-19 Varian Delta 

TRIBUNWOW.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mendiskusikan untuk penamaan varian Covid-19 yang baru. 

Maria Van Kerkhove, yang merupakan Pimpinan Teknis Covid-19 WHO mengkonfirmasi bahwa dimungkinkan untuk memberi penamaan dengan rasi bintang setelah selama ini menggunakan huruf Yunani.

Kedepannya, sangat dimungkinkan adanya varian Covid-19 yang bernama Orion, Leo, Gemini,dan Aries.

WHO mulai menamai mutasi baru virus Covid-19 setelah huruf alfabet Yunani pada bulan Mei 2021.

Sejauh ini, ada 11 varian yang telah diberi nama termasuk strain Delta, Beta dan Alpha.

Baca juga: Bisa Cegah Keparahan Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Kenali Manfaat Zinc untuk Kesehatan

Melansir Sky News pada Minggu (8/8/2021), Maria Van Kerkhove mengatakan kepada Telegraph bahwa WHO sedang mencari nama-nama baru yang akan digunakan setelah huruf alfabet Yunani habis digunakan.

"Kami mungkin akan kehabisan alfabet Yunani, tetapi kami sudah melihat rangkaian nama berikutnya," ujarnya.

"Kami sebenarnya sedang mempertimbangkan konstelasi bintang. Kami akan pergi dengan dewa atau dewi Yunani, dan saya berkata tolong, tolong jangan membuat saya mengatakan itu di depan umum."

Kini WHO sedang mengkaji apakah terdapat pihak yang kecewa atau tidak setuju terkait penggunaan rasi bintang sebagai penamaan varian baru Covid-19.

Ada kekhawatiran jika penamaan varian menggunakan tempat ditemukan atau pertama kali diidentifikasi dapat berakhir dengan stigmatisasi suatu negara atau tempat.

Pejabat WHO tersebut juga memperingatkan bahwa mutasi baru yang berbahaya lebih mungkin muncul di tempat-tempat dengan tingkat penularan yang tinggi.

Terutama pada populasi hewan yang tinggi atau di daerah dengan tingkat vaksinasi tinggi di mana Covid-19 masih beredar luas.

Itu terjadi setelah analisis awal menunjukkan tingkat virus Corona pada orang dengan strain Delta mungkin serupa terlepas dari apakah mereka mendapat suntikan vaksinasi atau tidak.

Baca juga: Hindari Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini seusai Isolasi Mandiri Covid-19, Turunkan Imun-Picu Peradangan

Baca juga: Akses Data Rahasia Lab Wuhan, Intelijen AS Pelajari Asal-usul Penyebab Wabah Covid-19

Selain itu WHO masih kesulitan untuk mengetahui seberapa menular varian baru yang muncul.

Misalnya seberapa menular varian Lambda dibanding varian Delta. 

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Tags:
Covid-19Maria Van KerkhoveWHOVirus Coronaisolasi mandiri
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved