Breaking News:

Virus Corona

Perlukah Konsumsi Vitamin D Dosis Tinggi bagi Pasien Covid-19 saat Isoman? Ini Penjelasannya

Vitamin D merupakan nutrisi yang dianjurkan untuk dicukupi bagi pasien Covid-19 selama isolasi mandiri.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
RoyalProgress
Ilustrasi Vitamin D. Vitamin D merupakan nutrisi yang dianjurkan untuk dicukupi bagi pasien Covid-19 selama isolasi mandiri. 

Penyakit penyerta ini dapat meningkatkan risiko untuk Covid-19 yang parah.

Baca juga: Ini Jenis Komorbid yang Berisiko Alami Gejala Berat Covid-19, Pasien Diimbau Tidak Isolasi Mandiri

Baca juga: Pasien Covid-19 Dianjurkan Rontgen Dada dan Tes Darah seusai Isolasi Mandiri, Simak Penjelasannya

Selain dari suplemen, sebenarnya vitamin D bisa di dapatkan dari sinar UVB yang terkandung dari sinar matahari, selain itu makanan yang mengandung vitamin D, seperti ikan berlemak dan telur. 

"Tetapi biasanya sulit untuk mencapai kadar normal hanya dari makanan dan dari berjemur saja, jika kadarnya kurang maka bisa dicukupi dari suplementasi vitamin D," kata dr. Raissa E. Djuanda, M.Gizi, Sp.GK, dalam Youtube miliknya Dokter Raissa Djuanda, Minggu (18/7/2021).

Untuk mengetahui kadar vitamin D yang terkandung di dalam tubuh, seseorang perlu melakukan uji lab untuk melihatnya. 

Kadar normal kandungan vitamin D di dalam darah adalah 30 nano gram per ml atau 75 nmol per liter. 

Disebutkan juga bahwa kini banyak yang menggunakan suplementasi dosis tinggi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. 

Padahal dosis yang dianjurkan oleh Jurnal Endocrine Society adalah:

Usia di bawah satu tahun: 400 IU

Usia 1-70 tahun 600 IU

Usia di atas 70 tahun 800 IU

"Dosis mencapai 2.000 IU mungkin masih dibutuhkan untuk mempertahankan kadar vitamin D yang normal di dalam darah," ujarnya. 

Penggunaan suplementasi dosis tinggi vitamin D sebaiknya dilakukan hanya untuk orang yang mengalami kekurangan vitamin D setelah melalui uji lab. 

Sebaiknya itu juga berdasarkan rekomendasi dokter. 

Baca juga: Ini Jenis Komorbid yang Berisiko Alami Gejala Berat Covid-19, Pasien Diimbau Tidak Isolasi Mandiri

"Karena dosis vitamin D melebihi 1.000 IU ternyata sifatnya sudah bukan suplementasi lagi, tapi sebagai terapi atau obat, jadi pemberiannya harus hati-hati," ujarnya. 

Dia meneritakan pengalamannya dalam menangani pasien yang mengkonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi tanpa melalui pengecekan di lab. 

Halaman
123
Tags:
Virus CoronaCovid-19IsomanVitamin DKesehatan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved