Virus Corona
Bukan Karena Virus, Ini Penyebab Pasien Covid-19 Bisa Alami Insomnia Bahkan seusai Isolasi Mandiri
Insomnia kerap ditemui oleh pasien Covid-19 dan bisa berlanjut hingga mereka sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Fenomena kesulitan tidur atau insomnia kerap ditemui oleh pasien Covid-19 dan bisa berlanjut hingga mereka sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri.
Gangguan tidur dalam jangka panjang perlu ditangani dengan serius karena bisa menyebabkan masalah kesehatan lain.
"Insomnia ini dasarnya bukan karena Covid-nya, kalau kita bicara insomnia sendiri memang banyak dikaitkan karena kecemasan yang luar biasa saat Anda terinfeksi Covid-19," ujar Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psychiatrist, dr. Andri, Sp.KJ, dalam Youtube miliknya pada Senin (26/7/2021).
Padahal menurutnya, penyebab gangguan tidur bisa terjadi karena banyak faktor, seperti karena stres atau masalah kecemasan.
Baca juga: Lebih Baik Tidak Isolasi Mandiri di Rumah, Pasien dengan Obesitas Bisa Tingkatkan Keparahan Covid-19
Masalah gangguan tidur seperti kesulitan tidur, sering terbangun, tidur tidak nyenyak, atau bangun awal dan tak bisa tidur lagi merupakan hal yang biasa ditemui ketika seseorang mengalami kecemasan.
Dia menceritakan kasus yang dia tangani banyak yang mengalami gangguan tidur karena stres.
Mereka mengalami stres karena ketakutan akan kematian, harus meninggalkan anak-anak yang masih kecil, dan juga ketakutan akan terisolasi.
"Banyak di antaranya sebenarnya kecemasan itu yang akhirnya menyebabkan syok sangat besar, setelah selesai pun pasien mengalami gangguan, pasien mengalami kondisi yang tidak nyaman," jelasnya.
Hal itu juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lain selain infeksi yang diakibatkan Covid-19.
dr. Andri juga mengatakan jika memang kesulitan tidur diakibatkan oleh masalah kecemasan, dia mempersilahkan untuk mengkonsumsi obat cemas dengan sebelumnya berkonsultasi dengan dokter terutama dokter yang menangani masalah kejiwaan.
Baca juga: Perlukah Konsumsi Vitamin D Dosis Tinggi bagi Pasien Covid-19 saat Isoman? Ini Penjelasannya
Terlebih jika masalah tidur sudah berlarut, hal itu harus segera ditangani baik pasien yang masih menjalani isolasi mandiri atau yang sudah selesai menjalani isolasi.
"Obat seperti ini memang perlu peresepan dari dokter khususnya dokter jiwa," jelasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa gejala Covid-19 masih bisa melekat pada pasien meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Fenomena tersebut disebut sebagai long Covid-19.
"Bisa gejala seperti fatigue atau kelelahan atau masih ada batuk, pilek, atau penciumannya yang hilang," ujarnya.
Hal itu juga bisa menambah kecemasan pasien Covid-19, terlebih untuk orang yang megalami serangan panik.
Orang yang pernah mengalami serangan panik memiliki potensi mengalami rasa cemas menjadi berlebihan.
Sebelumnya, dr Nurul, Sp.N dalam tayangan Youtube lifesyleOne, Rabu (21/7/2021) juga menjelaskan hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kesulitan tidur.
Baca juga: Ini Jenis Komorbid yang Berisiko Alami Gejala Berat Covid-19, Pasien Diimbau Tidak Isolasi Mandiri
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan penyintas Covid-19 yang mengalami kesulitan tidur:
1. Olahraga atau peregangan otot
dr Nurul memberikan satu contoh peregangan otot yang bisa dilakukan sebelum tidur.
Teknik yang dicontohkan adalah teknik deep breath.
Pertama-tama pegang dada dan perut dengan telapak tangan.
Lalu ambil napas dari hidung dan tahan selama sekitar 7 detik dan keluarkan napas secara bertahap.
Dia menganjurkan untuk melakukan teknik ini berulang-ulang setidaknya tujuh hingga delapan kali, atau hingga tubuh merasa lebih segar.
2. Coba untuk berjemur
Berjemur di bawah sinar matahari bisa membantu untuk mengatasi masalah kesulitan tidur.
dr. Nurul menyebut, terkena paparan sinar matahari bisa membantu tubuh dalam memproduksi melatonin.
Melatonin sendiri merupakan hormon yang dapat membantu seseorang untuk mengatasi kesulitan tidur.
Dengan hormon ini, tubuh bisa mengetahui kapan waktu untuk tidur dan kapan waktu untuk terjaga.
3. Kurangi menatap gadget seperti smarthpnone atau laptop
Beberapa kondisi paparan cahaya yang ditimbulkan dari gadget membuat produksi melatonin dalam tubuh berkurang.
Hal itu dapat mengakibatkan seseorang kesulitan tidur.
Bisa jadi kesulitan tidur yang dialami penyintas Covid-19 usai menjalani isolasi mandiri adalah karena terlalu sering menatap gadget selama masa isolasi.
Simak penjelasan dari dr Andry selengkapnya di:
(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)