Vaksin Covid
Kemenkes Jawab Najwa Shihab Kenapa Tak Semua Warga Dapat Vaksin Covid-19, Ini Alasannya
Kemenkes menjelaskan mengapa tidak seluruh warga yang mencari Vaksin Covid-19 bisa mendapatkannya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pada masa pandemi ini, selain obat Covid-19, vaksin Covid juga menjadi barang yang sulit didapatkan.
Bahkan warga yang berniat dan mencari ke mana-mana untuk mendapatkan vaksin belum tentu dapat.
Pada acara Mata Najwa, Rabu (28/7/2021) malam, Kementerian Kesehatan menjelaskan mengapa tidak seluruh warga bisa mendapatkan Vaksin Covid.
Baca juga: Luhut Prediksi Kasus Covid-19 akan Naik Tinggi: Masyarakat Indonesia Tidak Perlu Khawatir
Baca juga: Sungkan Usir Lansia hingga Ojol, Pengusaha Warteg Curhat di Mata Najwa soal Aturan Makan 20 Menit
Hal tersebut disampaikan oleh Jubir Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.
Siti mulanya memaparkan bahwa kebutuhan vaksinasi Covid-19 di Indonesia untuk rentang umur di atas 18 tahun adalah 181,5 juta orang.
"Artinya vaksin yang kita butuhkan itu 426 juta dosis," ujar dia.
"Sementara yang memang kita terima dari produsen itu hanya sampai saat ini, kurang lebih 150 juta dosis," sambung Siti.
Siti menambahkan, stok vaksin saat ini yang ada baru mencakup 30 persen dari total kebutuhan.
Kemudian Siti turut menyampaikan bahwa mustahil negara memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh warga dalam rentang usia di atas 18 tahun.
"Sehingga memang kita pasti tidak akan bisa memenuhi seluruh kebutuhan untuk vaksinasi di atas usia 18 tahun secara bersama pada bulan yang sama," ujar Siti.
Siti menjelaskan, produsen vaksin akan terus mengirimkan vaksin secara bertahap hingga nanti Desember 2021.
Ia lalu menjelaskan saat ini penting bagi pemerintah untuk membuat strategi supaya masyarakat yang tengah mencari vaksin tetap bisa mendapat vaksin.
"Stock on hand kita memang tidak mencukupi," pungkas Siti.
Baca juga: Cegah Penularan, Ini Tata Cara Membuang Sampah Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Rumah
Simak videonya mulai menit ke-8.30:
Vaksin di Indonesia Efektif Lawan Semua Varian Covid-19
Sebelumnya diberitakan, munculnya berbagai varian Covid-19 telah memunculkan berbagai pertanyaan tentang vaksinasi Covid-19 yang tengah digencarkan pemerintah.
Terlebih dengan kemungkinan adanya varian baru lagi yang bisa muncul dikemudian hari.
Hal itu juga menjadi pertanyaan dalam tayangan dialog Update Percepatan Vaksinasi Covid-19 yang ditayangkan dalam Youtube FMB9ID_IKP pada Selasa (27/7/2021).
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa seluruh vaksin yang ada di Indonesia efektif untuk melawan semua varian.
"Jadi vaksin yang ada sampai saat ini masih sangat efektif melawan semua varian atau mutasi virus yang ada termasuk virus Delta yang kemarin menyebabkan lonjakan kasus yang cukup signifikan ya tiga minggu belakangan ini," ujarnya.
Dia menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada studi yang bisa membuktikan bahwa vaksin yang ada sudah tidak efektif melawan varian aru Covid-19.
Justru, Nadia menyebut WHO nganjurkan percepatan vaksinasi untuk membuat kekebalan komunal bisa segera terbentuk.
"Dengan percepatan vaksinasi, orang yang tertular semakin sedikit dan tentunya mutasi atau varian baru itu bisa kita cegah untuk muncul," jelasnya.
Perlu diingat bahwa memang tidak ada vaksin yang memiliki efektifitas mencegah orang terpapar Covid-19 hingga 100 persen.
Tetapi vaksin juga bisa melindungi seseorang yang terpapar Covid-19 dari perburukan kesehatan hingga kematian akibat Covid-19.
"Tapi juga bisa memberikan tentunya perlindungan, karena vaksin tadi kan bekerja untuk melatih sistem kekebalan tubuh kita," kata Nadia.
Dengan hal itu, vaksin bisa melindungi tubuh kita dari virus dengan menetralisirnya agar ketika terpapar Covid-19 bisa menjadi tidak bergejala atau bahkan sama sekali tidak sakit.
Nadia juga menjelaskan data perawatan di rumah sakit di periode di bulan Mei hingga Juli tahun 2021 yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, bisa melindungi risiko kematian hingga 73 persen.
Sedangkan orang yang terpapar Covid-19 telah mendapat dosis pertama vaksin 90 persen dinyatakan sembuh.
Disebutka bahwa 96 persen yang mendapat vaksin dengan dosis lengkap, seluruh pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.
Untuk yang belum menerima vaksin Covid-19 yang dinyatakan sembuh ada 84 persen.
"Orang yang sudah divaksin dengan orang yang belum divaksin itu jauh besar efek proteksinya," jelasnya.
Nadia juga menambahkan bahwa vaksin AstraZeneca yang juga digunakan di Indonesia bahwa perlindungannya terhadap varian Delta sangan tinggi.
Vaksin tersebut dikatakan bisa melindungi orang yang terpapar Covid-19 dari perburukan hingga perawatan di rumah sakit sampai 92 persen.
"Bahkan tidak ada kematian ya akibat mereka yang divaksinasi dengan AstraZeneca ini," jelasnya.
Kemudian untuk vaksin Sinovac, menurut data di rumah sakit penularannya bisa turun hingga 94 persen, mencegah pasien di rawat di rumah sakit 96 persen, dan menghindari kematian sampai 98 persen.
Menurutnya dengan hasil tersebut terbukti bahwa perlindungan vaksin terhadap varian yang ada termasuk varian Delta masih sangat tinggi.
"Pada prinsipnya bahwa vaksin ini tidak 100 persen kebal, jadi orang yang telah divaksin masih mungkin terinveksi, karena prinsip kerja vaksin adalah melatih sistem kekebalan tubuh kita," ujarnya.
Karena itu dia juga mengimbau untuk masyarakat yang sudah mendapar vaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
Pemerintah kini tengah berusaha untuk memberi vaksinasi Covid-19 kepada target 208,2 juta termasuk di dalamnya adalah untuk anak usia 12-17 tahun.
Nadia juga menyebut sampai hari ini dosis vaksin yang ada di Indonesia masih dalam stok aman.
Terlebih di bulan Juli ini Indonesia disebut mendapat vaksin yang melebihi dibanding bulan-bulan sebelumnya dan ini akan terus bertambah hingga bulan-bulan ke depan.
"Pemberian vaksinasi ini harus kita lakukan secara prioritas dan juga bertahap karena memang vaksinnya ini datangnta bertahap," jelasnya. (Tribunwow.com/Anung/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya