Virus Corona
Bedakan Gejala Ringan, Sedang dan Berat Pasien Covid-19, Perlu Isolasi Mandiri atau Harus Perawatan?
Penyebaran Covid-19 atau Virus Corona di Indonesia tengah memasuki gelombang kedua.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Hindari sembarangan mengonsumsi obat tanpa konsultasi dan pengawasan dari tenaga kesehatan.
Selain itu, tunggu izin dari tenaga kesehatan sebelum mengakhiri masa isolasi mandiri.
Jika sudah diberi lampu hijau, isolasi mandiri selesai.
Apabila di masa isolasi mandiri suhu tubuh naik di atas 38 derajat Celsius, sesak napas, atau saturasi oksigen turun di bawah 94 persen, segera kontak tenaga kesehatan.
Baca juga: Pentingnya Oximeter bagi Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri, Berikut Manfaat dan Cara Penggunaanya
Gejala Covid-19 Berat
Gejala Covid-19 berat Beberapa gejala Covid-19 berat, antara lain:
-Demam
-Batuk, umumnya batuk kering
-Kelelahan Tidak nafsu makan
-Sakit kepala
-Hidung tidak bisa mencium bau atau anosmia -Lidah tidak bisa merasakan rasa atau ageusia
-Nyeri otot dan tulang
-Sakit tenggorokan
-Pilek dan hidung tersumbat
-Mual, muntah, sakit perut
-Diare Mata merah
-Ruam di kulit, perubahan warna pada jari-jari kaki
-Sesak napas
-Frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit
-Kadar saturasi oksigen di bawah 95 persen
Pada pasien Covid-19 kritis, beberapa gejala Covid-19 berat di atas disertai gangguan pernapasan berat (ARDS), sepsis atau komplikasi infeksi, dan gagal organ.
Pengidap Covid-19 gejala berat disarankan untuk menjalani isolasi di rumah sakit dengan pengawasan intensitf dari dokter dan petugas kesehatan.
Isolasi tersebut dilakukan minimal selama 10 hari sejak pengidap dinyatakan positif Covid-19, ditambah tiga hari bebas demam dan gangguan pernapasan.
Dokter biasanya akan merekomendasikan perlu tidaknya pasien Covid-19 gejala berat menjalani tes swab PCR ulang atau tidak. (Kompas.com)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Perbedaan Gejala Covid-19 Ringan, Sedang, dan Berat