Breaking News:

Terkini Nasional

Akhirnya Minta Maaf, Ini Isi Lengkap Hinaan Komisaris BUMN Kemal Arsjad ke Anies Baswedan di Twitter

Komisaris BUMN yang pernah jadi relawan Jokowi akhirnya minta maaf setelah menghina Anies Baswedan lewat Twitter.

Kolase (instagram/@aniesbaswedan) dan (askrindo.co.id)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Komisaris Independen BUMN Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Kemal Arsjad (kanan). Kemal menyampaikan permohonan maaf dan rasa menyesal setelah viral karena menghina Anies lewat Twitter. 

TRIBUNWOW.COM - Komisaris Independen BUMN Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Kemal Arsjad menyampaikan permohonan maaf dan rasa menyesal setelah viral karena menghina Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kemal diketahui mengeluarkan hinaan menggunakan bahasa yang kasar kepada Anies lewat akun Twitter miliknya @kemalarsjad.

Banyak warganet menyayangkan sikap Kemal yang menulis kalimat hinaan kepada Anies tersebut.

Permintaan maaf dari Kemal Arsjad karena telah menghina Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam akun Twitter Kemal Arsjad @kemal.arsjad pada Minggu (27/6/2021).
Permintaan maaf dari Kemal Arsjad karena telah menghina Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam akun Twitter Kemal Arsjad @kemal.arsjad pada Minggu (27/6/2021). (Twitter/ @kemal.arsjad)

Baca juga: Menyesal dan Minta Maaf karena Hina Anies Baswedan di Twitter, Berikut Sosok Kemal Arsjad

Baca juga: Anies akan Bantu Kirim Makanan hingga Obat untuk Warga Jakarta Isoman Covid, Ini Cara Mendapatkannya

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Senin (28/6/2021), begini isi hinaan yang ditulis oleh Kemal kepada Anies.

“Halah…bang**t bener lah nih orang. Kalo ketemu gw ludahin mukanya,” kata Kemal Arsjad di akun twitternya @kemalarsjad, Sabtu (26/6/2021).

Setelah viral, Kemal mengunggah cuitan baru di akun Twitter-nya yang berisi permintaan maafnya.

"Terima kasih teman-teman yang baik yang sudah mengingatkan dan memberi sebuah pembelajaran untuk saya. Untuk itu, mohon diterima permohonan maaf saya. Semoga badai Covid cepat berlalu dan kita semua sehat-sehat saja," cuitnya pada Minggu (27/6/2021).

Menanggapi permintaan maaf Kemal, banyak warganet yang meminta agar Kemal sebagai pejabat publik belajar dari kesalahannya.

"Justru, saat emosi lah ujian terpenting anda menjaga kata. Kalau anda emosi, kemudian buah dari itu kata-kata tak pantas, dan ini terjadi berkali-kali, harusnya anda introspeksi. Anda pejabat publik yang gajinya dibayar dari Pajak Rakyat. Semoga ini jadi pembelajaran..." tulis @mamsaza.

"Siapp, gpp, Banyak yang kayak bapak, umum nya malahan demikian cara kita merespon sesuatu, ketika jari memang terlihat lebih di depan daripada akal dan pikiran serta hati kita." tulis @barta92.

"Sabar mas
@kemalarsjad
, mudah2an menjadi pelajaran,anda bisa melihat bagaimana sakitnya bangsa ini dengan berbagai kebencian satu sama lain, salah sedikit yg ada caci maki atas kesalahan, ini harus disudahi rakyat terbelah antara pro dan kontra pemerintah yg masuk di relung hati," ujar @dursalim2016.

Seorang warganet lain mengungkit kasus musisi Ahmad Dhani yang pernah dibui gara-gara cuitan berisi penghinaan.

"Cuma mau mengingatkan dulu Ahmad Dhani bikin cuitan begini dia di vonis 1,5 tahun penjara ....apakah anda akan sama bernasib seperti Ahmad Dhani mendapatkan 1,5 tahun penjara?" kata @j4ck5p4row.

Kemal Pernah Jadi Relawan Jokowi

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com pada Senin (28/6/2021), diketahui Kemal Asjard dikenal sebagai produser sebuah film.

Adapun film yang pernah digarap oleh Kemal adalah Langit ke 7 (2012), 5 Elang (2011), Sang Penari (2011) dan Garuda di Dadaku (2011).

Selain itu, Kemal diketahui pernah menjadi relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 lalu.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Senin (28/6/20210, Kemal saat itu mendeklarasikan #JariTengahUngu bersama dengan sejumlah tokoh lain seperti Wanda Hamidah, musisi Jflow, hingga sutradara Angga Sasongko.

Kemal dan kawan-kawan mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) tersebut di Taman Manggarai, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/6/2014).

Gerakan tersebut menyasar pada generasi muda dan komunitas agar mendukung Jokowi-JK pada saat itu dan dilakukan melalui jejaring media sosial Twitter.

Baca juga: Anies Baswedan Peringatkan Covid-19 saat Ini Lebih Parah dibanding Awal 2021, Ini Alasannya

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved