Terkini Daerah
100 OTG Covid-19 Asal Kudus Dibawa ke Asrama Haji Donuhudan untuk Jalani Karantina, Dibagi 2 Kloter
Sebanyak 100 OTG Covid-19 asal Kudus akan jalani karantina di Asrama Haji Donohudan, Boyolali mulai hari Senin (7/6/2021)
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 100 OTG Covid-19 asal Kudus akan menjalani karantina di Asrama Haji, Donohudan, Boyoali, Jawa Tengah.
Penanggung Jawab Isolasi Mandiri Covid-19 di Asrama Haji Donohudan, dokter Sigit Armunanto mereka semua akan tiba pada Senin (7/6/2021) dengan dibagi dua kloter.
Dikutip dari Tribun Jateng pada Senin (7/6/2021), kloter pertama diketahui telah tiba di tempat tersebut pada Minggu (6/6/2021).
Baca juga: Siswi SMA Buang Bayinya saat Melahirkan di Depan Rumah, Terbongkar karena Ukuran Perut
Kloter pertama yang berjumlah 69 orang tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 22.00-23.00 WIB.
"Kloter pertama 69 orang tiba sekitar pukul 22.00-23.00 WIB. Terdiri 21 perempuan dan 48 laki-laki," ungkap Sigit.
Sedangkan Kloter kedua akan tiba pada Senin (7/6/2021) siang hari sebanyak 30 orang.
Saat tiba, OTG tersebut juga akan dicek kesehatannya.
"Pasien ini tanpa gejala dan kami periksa lagi, termasuk saturasi oksigennya, nadi, dan tensi. Sebab OTG saat ini bukan berarti ringan. Sehingga kita mengecek betul nadi dan saturasi udara," ucapnya.
Diketahui para OTG tersebut akan menjalani karantina selama tujuh hari dan akan menjalani tes PCR ulang.
"Mudah-mudahan hari ke 7 hasilnya bisa negatif," jelasnya.
Baca juga: Kota Bandung Terancam Kolaps karena Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Wawalkot hingga Dinkes
Pasien OTG tersebut nantinya akan ditempatkan secara terpisah dengan pasien Covid-19 Solo Raya.
Sebanyak 112 pasien Covid-19 asal Solo Raya diketahui menjalani isolasi di lokasi tersebut.
"Kami menyiapkan salah satu gedung yang memang kosong dan dari Kudus kami fokuskan di situ," tambah Sigit.
"Saat ini terisi 112 OTG Solo Raya dan Kudus 69 orang. Pemantauan pasien oleh keluarga bisa melalui media sosial dan tidak diizinkan kontak fisik."
Penyebab Lonjakan Covid-19 di Kudus