Breaking News:

Terkini Daerah

Kota Bandung Terancam Kolaps karena Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Wawalkot hingga Dinkes

Peningkatan kasus positif Covid-19 di Bandung terus meningkat hingga membuat Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana Khawatir.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribun Jabar/Nasmi Abdurrahman
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (kiri), saat akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Balai Kota Bandung, Selasa (2/3/2021), dari TribunJabar.com/Nazmi Abdurrahman. Yana khawatir atas lonjakan kasus harian di Bandung yang mencapai 100 kasus per hari. 

TRIBUNWOW.COM - Peningkatan kasus positif Covid-19 di Bandung terus meningkat hingga membuat Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana Khawatir.

Pasanya di berbagai daerah lonjakan kasus Covid pasca lebaran juga terjadi.

Terlebih kasus harian di Kota Bandung pada Minggu (6/6/2021) mencapai rekor hingga 100 orang yang sebelumnya sekitar 30-an orang per hari.

"Kami justru khawatir adanya libur panjang, karena siklusnya peningkatan Covid-19 terjadi setelah adanya libur panjang dan biasanya itu pada dua minggu sampai sebulan pascalibur panjang," kata Yana seperi dikutip TribunJabar.com, Minggu (6/6/2021).

Yana menjadi khawatir karena melihat kekuatan Kota Bandung dalam masalah tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di kota tersebut.

Baca juga: Fakta Viral Ambulans Berderet di RSUD Al Ihsan Bandung, Ternyata Bukan karena Lonjakan Covid-19

Berdasarkan data hari ini, di Kota Bandung dari bed occupancy ratio (pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit -red) atau BOR sudah menembus di angka 79,9 persen.

"Trennya naik terus. Saya pikir sudah di titik psikologis yang menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan baik di rumah sakit atau tenaga medisnya sebentar lagi kolaps," katanya.

Kini Pemkot Bandung tengah berupaya agar virus tersebut tidak menyebar dan meluas ke tempat lain atau membuat orang lain ikut terpapar.

Hal tersebut dilakukan melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di kewilayahan.

"Kalau saya sih kuncinya pada PPKM mikro. Sebab, RT dan RW yang tahu betul warganya apakah mereka mudik atau tidak. Jadi, ketika ketahuan ada yang mudik atau tak ada selama beberapa hari bisa langsung diisolasi," katanya.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Madura, Suramadu Disekat hingga IGD RSUD Bangkalan Ditutup Sementara

Dinkes Kota Bandung Beri Penjelasan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanegara menjelaskan, bahwa maksud dari situasi kolaps tersebut, adalah ketidakmampuan fasilitas kesehatan untuk dapat memberikan layanan kepada masyarakat secara maksimal, akibat beban pertumbuhan kasus yang terus bertambah. 

"Jadi maksudnya kondisi itu (kolaps) bisa terjadi, apabila penyebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus tidak terkendali, lonjakan kasus terus terjadi, maka ada risiko terganggunya pelayanan kesehatan akibat beban besar yang terus bertambah," ujarnya saat dihubungi TribunJabar.com, Minggu (6/6/2021).

Ahyani menuturkan, upaya pengendalian kasus Covid-19 di Kota Bandung telah dilakukan dengan sangat baik.

Dia juga memaparkan lonjakan kasus harian di Bandung meningkat beberapa hari terakhir pascalibur lebaran. 

Halaman
12
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved