TWK KPK
Saat 51 Pegawai KPK Dipecat dan Dianggap Tak Bisa Dibina, Pengamat: 3 Kali Lipat Penghinaannya
Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, buka suara soal kontroversi penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
"Jadi ketika dia deputi (penindakan KPK), saya dijuluki sama Firli itu raja OTT."
Baca juga: Tak Lolos TWK KPK dan Terancam Dinonaktifkan, Raja OTT: Saya Sudah Terlanjur Dinista
Firli, bahkan disebut Harun sampai mengakui punya utang budi padanya.
"Karena OTT terbanyak itu adalah pada saat Firli jadi deputi, itu 2018," sambung Harun.
"Bahkan Firli bilang 'Aku punya utang budi, saya kasih hadiah kamu'."
Setelah ia bersama 74 pegawai KPK dinonaktfikan, Harun mengaku sempat menagih janji itu pada Fili.
Harun secara terang-terangan sempat mengungkit utang budi Firli padanya.
"Hari ini yang saya tagih hadiah itu, 'Saya enggak minta apa-apa sama kamu'," kata Harun.
"'Saya cuma minta nama saya dan kawan-kawan saya tolong diperhatikan'."
"'Jangan berbuat zalim, utang budi yang Anda bilang akan berikan hadiah pada raja OTT itu enggak ada'."
"Mana?' Itu yang saya bilang." lanjutnya.
Dalam caption unggahan tersebut, akun @matanajwa pun menyoroti kaus yang dipakai 20 pegawai KPK yang dinonaktifkan.
"Di balik layar, penyidik KPK buka-bukaan soal posisi Harun Masiku dan sejumlah iming-iming khayalan dari sang pimpinan.
Saat datang di studio #MataNajwa, penyidik KPK pun kompak mengenakan kaos bertuliskan “Berani Jujur Pecat” sebagai simbol terkini dari upaya menyingkirkan penyidik KPK yang sedang menangani kasus-kasus besar," tulisnya. (TribunWow.com)
Sebagian artikel ini telah diolah dari Kompas.com dengan judul Yang Tangkap Koruptor Bukan Saja Dipecat, Tapi Dilabeli Tak Bisa Dibina...
Baca artikel lain terkait KPK