TWK KPK
Tak Lolos TWK KPK dan Terancam Dinonaktifkan, Raja OTT: Saya Sudah Terlanjur Dinista
Harun Al Rasyid mengatakan bahwa dirinya saat ini ternista, dia juga merasa kehilangan martabat dan harga diri setelah dicap radikalisme.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Meski belum diumumkan lolos atau tidaknya sebagai pegawai KPK, Kasatgas Penyidik KPK Harun Al Rasyid merasa ternista jika dirinya didapati lolos.
Hal tersebut disampaikan oleh Harun saat diundang di acara Mata Najwa yang bertajuk "KPK Riwayatmu Kini" pada Kamis (27/5/2021) yang ditayangkan pada YouTube Najwa Shihab.
"Kalau saya terpilih menjadi 24 (pegawai yang lolos) saya sudah terlanjur dinista," ungkap Harun dikutip dari kanal Youtube Najwa Shihab pada Kamis (27/5/2021).
Baca juga: Tak Bisa Jawab Arti Rapor Merah pada TWK Pegawainya, Wakil Ketua KPK: Yang Punya Wewenang Itu Asesor
Hal itu terkait dengan harga diri dan keluarganya, ditambah saat ini Harun memiliki pesantren di kampungnya.
Harun menganggap bahwa dirinya sudah dicap radikal.
"Martabat saya, keluarga saya, saudara-saudara saya di kampung, punya pesantren, saya sendiri punya pesantren," ujar Harun.
"Bagaimana dengan santri-santri saya? Saya sudah dicap radikal."
Harun melanjutkan, ada beberapa orang yang mendatangi para santri dan menanyakan pengajaran yang diajarkan oleh nya.
"Orang tersebut menanyai perihal apa yang diajarkan oleh Harun. Sebelum saya diwawancara, mereka datang menemui santri dan bertanya diajari apa sama pak kyai," lanjut Harun.
Harun menyatakan bahwa dirinya sudah diintai namun tidak menjelaskan siapa yang mengintai.
Dirinya hanya mengetahui hal tersebut, sesudah mendapat info dari para santri dan tetangganya.
Baca juga: Raja OTT Heran Jadi Orang Nomor 1 Paling Diwaspadai di KPK, Ungkap Kerap Ngobrol Bareng Firli Bahuri
"Saya tidak tahu, saya dapat laporan dari para santri dan dari tetangga," jelas Harun.
Harun juga menyampaikan bahwa dia merasa martabatnya hilang ketika dia memberikan khotib/ceramah, namun sudah dicap radikalisme
"Di mana martabat saya? Sementara saya mengisi khotib di mana-mana, mana mau orang, saat saya berceramah tentang kebangsaan," tambah Harun.
"Hey, cintailah kepada negara ini, sementara saya sudah dicap radikalisme."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/harun-al-rasyid.jpg)