TWK KPK
Saat 51 Pegawai KPK Dipecat dan Dianggap Tak Bisa Dibina, Pengamat: 3 Kali Lipat Penghinaannya
Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, buka suara soal kontroversi penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
"Jadi kalau saya menjawab Alquran nanti seolah-olah saya meninggalkan Pancasila. Kalau saya memilih Pancasila seolah-olah saya meninggalkan Alquran. Itu kan sangat dilematik."
Ray menilai pertanyaan tersebut tak hanya membenturkan agama dan ideologi, namun juga sesama kelompok agama.
Ia lantas menyinggung pertanyaan TWK lain yang dianggap tak pantas.
"Kalau saya qunut atau enggak qunut apa lebih mencintai bangsa dan negara."
Tagih Janji Firli Bahuri
Di sisi lain, sebelumnya pegawai KPK yang hadir di acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021) buka-bukaan soal janji Ketua KPK, Firli Bahuri.
Dilansir TribunWow.com, Kasatgas Penyelidik KPK Harun Al Rasyid bahkan membongkar utang budi Firli padanya dahulu.
Namun, utang dan janji Firli pada Harun tak dipenuhi.
Kini, Harun dan 74 pegawai KPK lainnya justru dinonaktifkan seusai dianggap tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Momen di balik layar Mata Najwa itu diunggah dalam akun Instagram @matanajwa, Jumat (28/5/2021).
Dalam video berdurasi 6 menit 41 detik itu, Presenter Najwa Shihab menemui sejumlah narasumber dalam acara yang dipandunya tersebut.
Satu di antaranya yakni Harun Al Rasyid.
Harun mengaku memiliki hubungan lebih khusus dengan Firli.
Pasalnya, ia dulu pernah diberi julukan spesial oleh pria yang kini menjabat sebagai ketua KPK itu.
"Saya punya hubungan yang lebih khusus kalau dengan Firli," ujar Harun.