Terkini Nasional
Sudah Dinonaktifkan, Penyelidik KPK Bongkar Keberadaan Harun Masiku: 2 Bulan Lalu Sudah di Indonesia
Setelah dinonaktifkan, Kasatgas Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid buka-bukaan soal kasus suap Politisi PDIP Harun Masiku.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
Ronal Paul menjadi satu di antara 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinonaktifkan seusai tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Dilansir TribunWow.com, pria yang menjabat sebagai penyidik itu kini tak bisa melakukan kegiatan apa pun meski setiap hari masih datang ke kantor KPK.
Padahal, kini Ronal menjadi satu-satunya penyidik KPK yang menangani kasus suap Politisi PDIP Harun Masiku.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021).
"Alhamdulillah masih ke kantor, ya sama seperti yang lain hanya baca email, cek-cek WA gitu aja," ujar Ronal.
"Merasa makan gaji buta enggak?," sahut Presenter Najwa Shihab.
"Sangat," jawab Ronal singkat.

Baca juga: YLBHI Bawa Kasus 75 Pegawai KPK Nonaktif ke Komnas HAM, Petrus Selestinus: Patut Disesalkan
Ronal mengaku sangat tak nyaman seusai dinonaktifkan dari KPK.
Pasalnya, ia kini tak bisa melakukan kegiatan penyidikan apa pun meski tengah menangani kasus suap Harun Masiku.
"Dari hati nurani merasa tidak enak aja, tidak bisa melaksanakan kegiatan apa-apa," ujarnya.
"Padahal sebenarnya Anda sedang menangani kasus apa?," sambung Najwa Shihab.
"Salah satu DPW yang sedang dicari mungkin," kata Ronal.
"Harun Masiku bukan?," sahut Najwa Shihab.
"Iya," jawab Ronal.
Ronal mengaku dinonaktifkan meski menjadi satu-satunya penyidik yang tangani kasus Harun Masiku.
"Sebenarnya ada dua orang (yang menangani kasus Harun Masiku), tapi yang satu dipindahkan jadi hanya saya sendiri sih."
"Jadi cuma Anda yang menangani Harun Masiku sekarang, dan Anda dinonaktifkan?," kata Najwa Shihab. (TribunWow.com)
Baca artikel lain terkait KPK