Breaking News:

Terkini Nasional

Reaksi Nurul Ghufron Diwanti-wanti Eks Direktur KPK di Mata Najwa: Saya Khawatir, Anda Ini Diperalat

Mantan pegawai KPK, Sujanarko, mengungkapkan wanti-wantinya pada Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.

Instagram @matanajwa
Mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sujanarko, dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sujanarko, mengungkapkan wanti-wantinya pada Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.

Dilansir TribunWow.com, pernyataan Sujanarko itu berkaitan dengan penonaktifan 75 pegawai KPK yang dianggap tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Sujanarko menyebut ada oknum yang mengendalikan seleksi TWK tersebut.

Wakil ketua KPK RI Nurul Ghufron saat diwawancara di auditorium Universitas Jember
Wakil ketua KPK RI Nurul Ghufron . Terbaru, Nurul Ghufron menjadi narasumber dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021). (KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADI)

Baca juga: Sudah Dinonaktifkan, Penyelidik KPK Bongkar Keberadaan Harun Masiku: 2 Bulan Lalu Sudah di Indonesia

Baca juga: Di Balik Layar Mata Najwa, Pegawai KPK Buka-bukaan Ungkit Utang Budi Firli Bahuri: Jangan Zalim

Hal itu diungkapkannya dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021) lalu.

Dalam video singkat yang diunggah akun Instagram @matanajwa, Jumat (28/5/2021), Sujanarko menganggap janggal seleksi TWK yang tak meloloskan 75 pegawai KPK.

"Pimpinan KPK tidak paham terkait sistem rekruitmen ini," kata Sujanarko.

"Ada kemungkinan pimpinan KPK dikibulin sama BKN (Badan Kepegawaian Negara)."

"Dan ada kemungkinan juga BKN dikendalikan orang lain."

Sujanarko mengatakan, proses seleksi TWK berlangsung sangat tertutup.

Bahkan, para peserta tak mengetahui apa tujuan tes tersebut.

"Publik tahu, di awal setelah proses seleksi selesai Ketua BKN mengatakan tidak tahu pertanyaannya."

"Pak Tjahjo Kumolo juga menyatakan tidak tahu pertanyaannya."

"Pimpinan KPK juga menyatakan tidak tahu pertanyaannya."

"Peserta tes bertanya pada pewawancara, tapi tidak ngaku siapa dia, dari mana, jabatannya apa, tujuan tes apa, enggak dijawab," lanjutnya.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan di Jakarta Timur, Eks Dirut Sarana Jaya Ditahan KPK

Baca juga: Moeldoko Nilai Perlu Libatkan NU dan Muhammadiyah terkait TWK Lanjutan untuk Pegawai KPK

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved