Breaking News:

Terkini Daerah

Siswi SMP Tewas Diduga Kecanduan Game Online, Alami Gangguan Syaraf hingga Tak Kenali Diri Sendiri

Siswi sekolah menengah pertama asal Desa Pagaralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, E (12), meninggal dunia seusai kecanduan game online.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNNEWS.COM/Dessita Chairani
Ilustrasi - Siswi sekolah menengah pertama (SMP) asal Desa Pagaralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, E (12), meninggal dunia seusai kecanduan game online. 

TRIBUNWOW.COM - Siswi sekolah menengah pertama (SMP) asal Desa Pagaralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, E (12), meninggal dunia seusai kecanduan game online.

Dilansir TribunWow.com, E bahkan sampai tak mengenali dirinya sendiri karena terlalu terlarut dalam karakter game online.

Remaja 12 tahun itu dikabarkan meninggal dunia akibat kecanduan game online seperti Mobile Legend, Free Fire, dan PUBG.

Ilustrasi Game Online
Ilustrasi - Siswi sekolah menengah pertama (SMP) asal Desa Pagaralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, E (12), meninggal dunia seusai kecanduan game online.(CAPTURE/YOUTUBE)

Baca juga: 44 Hari Diculik dan Dijadikan Pemulung, Bocah 11 Tahun Merasa Nyaman karena Bebas Bermain Game

Baca juga: Dukung Usulan Pengubahan Skor 5 Game 11 Poin, Badminton Europe Siap Gabung dengan 5 Asosiasi Lainnya

Kabar tersebut dibenarkan Kepala Desa Pageralang, Sumadi.

Sebelum E meninggal dunia, Sumadi sempat menjenguknya di RSUD Banyumas.

"Saya kemarin juga sempet jenguk ke rumah duka. Keterangan dari ibunya, siang malam tidak terlepas dari ponsel," ujar Sumadi, dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/5/2021).

Sumadi menceritakan, sebelum meninggal dunia E sempat mengeluh tak enak badan.

Kondisi kesehatan E terus menurun hingga akhirnya keluarganya membawanya ke rumah sakit.

"Begitu saja keterangannya, lalu dibawa ke rumah sakit, katanya (ada gangguan) saraf," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banumas, dr Rudi Kristiyanto membenarkan E sempat dirawat pada 16-17 Mei 2021.

Baca juga: Kronologi Anak Bunuh Ayah lalu Pilih Mengakhiri Hidupnya, Diduga Kecanduan Narkoba dan Gangguan Jiwa

Baca juga: Ciri-ciri Kecanduan Gadget, 4 Hal Ini Pertanda Kalian Harus Berhenti Gunakan Media Sosial

Namun, menurutnya, tim medis belum bisa memastikan penyebab pasti menurunnya kondisi kesehatan E.

"Pasien tersebut didiagnosis gangguan mental organik dan encephalitis. Itu berdasarkan rapat bersama antara dokter spesialis jiwa dengan dokter spesialis anak," ujar Rudi, Rabu (26/5/2021).

Rudi menambahkan, sebenarnya pihak rumah sakit berencana melakukan CR scan terhadap E.

Namun, pihak keluarga menolak tindakan tersebut.

Keluarga E disebutnya memilih membawa remaja 12 tahun itu pulang ke rumah.

Halaman
12
Tags:
Game OnlineSMPKecanduanBanyumas
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved