Breaking News:

Vaksin Covid

Mengenal Perbedaan 3 Vaksin Covid-19 di Indonesia: Vaksin Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm

Simak perbedaan tiga Vaksin Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia, mulai dari Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm.

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Sebanyak 17 tenaga medis yang terdiri dari 5 tenaga medis dari Puskemas Gambir dan 12 tenaga medis dari Dinas Kesehatan menerima vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Gambir, Cideng, Jakarta Pusat , Kamis (14/1/2021). Mereka yang dapat divaksin Covid-19 adalah kelompok umur 18-59 tahun. Dan Yang tak boleh disuntuk Vaksin Covid-19 mereka yang masih berusia dibawah 18 tahun, Ibu hamil dan menyusui, mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 h 

TRIBUNWOW.COM - Simak perbedaan tiga Vaksin Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia, mulai dari Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm.

Diketahui, sebanyak 73,9 juta dosis Vaksin Covid-19 telah masuk ke Indonesia, dari berbagai produsen vaksin dunia.

Tiga vaksin ini antara lain vaksin Sinovac, AstraZeneca yang telah digunakan dalam vaksinasi Covid-19, dan yang baru tiba dari Sinopharm.

Baca juga: Inggris Berikan 15 Juta Dosis Kedua Vaksin Covid-19, Menteri Kesehatan Soroti Keselamatan Warganya

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan untuk Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tirmizi, seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (2/5/2021).

Puluhan juta dosis vaksin Covid-19 itu datang secara bertahap dan dalam berbagai bentuk, di antaranya dalam bentuk vaksin jadi atau siap pakai, hingga berwujud bahan baku (bulk), serta vaksin setengah jadi.

Tahap pertama vaksin Covid-19 yang datang adalah yang diproduksi Sinovac, China, yang dikirim 1,2 juta dosis vaksin pada 6 Desember 2020 lalu, disusul 1,8 juta dosis pada akhir tahun 2020, semua berupa vaksin jadi.

Sedangkan tahap pertama vaksin AstraZeneca, datang pada 8 Maret 2021 lalu, sebanyak lebih dari 1,1 juta dosis vaksin, dan pada 26 April, tahap kedua vaksin ini tiba 3,8 juta dosis vaksin.

Baca juga: Penjelasan Ahli soal Pentingnya Menerima Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, Tidak Boleh Terlewat

Sementara di akhir April 2021 lalu, bulk vaksin Sinovac tiba di Indonesia dengan 6 juta vaksin, dan 482.400 dosis vaksin Sinopharm.

Selain itu, Indonesia juga menerima vaksin Covid-19 buatan Sinopharm hasil pemberian Pemerintah Uni Emirat Arab, yang tiba pada Sabtu (1/5/2021) lalu, sebanyak 500.000 dosis.

"Totalnya 74.465.600 (dosis) baik yang bulk maupun (vaksin) jadi. Ini 1 jutanya termasuk Sinopharm yang rencananya untuk Vaksin Gotong Royong," jelas Nadia.

Berikut perbedaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm yang kini tersedia di Indonesia.

1. Vaksin Sinovac

Vaksin Covid-19 buatan perusahaan biteknologi asal China, Sinovac ini dikembangkan dengan teknologi vaksin, inactivated virus atau virus utuh dari SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, yang sudah dimatikan.

Tujuannya adalah untuk memicu sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa menimbulkan respons penyakit yang serius, diberitakan Kompas.com, Selasa (9/3/2021).

Metode inactivated virus bukanlah teknologi baru dalam pengembangan vaksin.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
Vaksin Covid-19Covid-19Virus CoronaVaksinSinovacAstraZenecaSinopharm
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved