Vaksin Covid
Mengenal Perbedaan 3 Vaksin Covid-19 di Indonesia: Vaksin Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm
Simak perbedaan tiga Vaksin Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia, mulai dari Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Simak perbedaan tiga Vaksin Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia, mulai dari Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm.
Diketahui, sebanyak 73,9 juta dosis Vaksin Covid-19 telah masuk ke Indonesia, dari berbagai produsen vaksin dunia.
Tiga vaksin ini antara lain vaksin Sinovac, AstraZeneca yang telah digunakan dalam vaksinasi Covid-19, dan yang baru tiba dari Sinopharm.
Baca juga: Inggris Berikan 15 Juta Dosis Kedua Vaksin Covid-19, Menteri Kesehatan Soroti Keselamatan Warganya
Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan untuk Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tirmizi, seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (2/5/2021).
Puluhan juta dosis vaksin Covid-19 itu datang secara bertahap dan dalam berbagai bentuk, di antaranya dalam bentuk vaksin jadi atau siap pakai, hingga berwujud bahan baku (bulk), serta vaksin setengah jadi.
Tahap pertama vaksin Covid-19 yang datang adalah yang diproduksi Sinovac, China, yang dikirim 1,2 juta dosis vaksin pada 6 Desember 2020 lalu, disusul 1,8 juta dosis pada akhir tahun 2020, semua berupa vaksin jadi.
Sedangkan tahap pertama vaksin AstraZeneca, datang pada 8 Maret 2021 lalu, sebanyak lebih dari 1,1 juta dosis vaksin, dan pada 26 April, tahap kedua vaksin ini tiba 3,8 juta dosis vaksin.
Baca juga: Penjelasan Ahli soal Pentingnya Menerima Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, Tidak Boleh Terlewat
Sementara di akhir April 2021 lalu, bulk vaksin Sinovac tiba di Indonesia dengan 6 juta vaksin, dan 482.400 dosis vaksin Sinopharm.
Selain itu, Indonesia juga menerima vaksin Covid-19 buatan Sinopharm hasil pemberian Pemerintah Uni Emirat Arab, yang tiba pada Sabtu (1/5/2021) lalu, sebanyak 500.000 dosis.
"Totalnya 74.465.600 (dosis) baik yang bulk maupun (vaksin) jadi. Ini 1 jutanya termasuk Sinopharm yang rencananya untuk Vaksin Gotong Royong," jelas Nadia.
Berikut perbedaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm yang kini tersedia di Indonesia.
Vaksin Covid-19 buatan perusahaan biteknologi asal China, Sinovac ini dikembangkan dengan teknologi vaksin, inactivated virus atau virus utuh dari SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, yang sudah dimatikan.
Tujuannya adalah untuk memicu sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa menimbulkan respons penyakit yang serius, diberitakan Kompas.com, Selasa (9/3/2021).
Metode inactivated virus bukanlah teknologi baru dalam pengembangan vaksin.