Isu Kudeta Partai Demokrat
Bicara Etika, Refly Harun Soroti Salah Langkah Moeldoko di Demokrat: Harusnya Sudah Diganti Presiden
Pakar hukum tata negara Refly Harun menanggapi manuver politik Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam Partai Demokrat.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
"Konsolidasi pertai politiknya, konsolidadi DPC dan DPD-nya."
"Bukan lari ke mana-mana tuding sana, tuding sini," sambungnya.
Baca juga: Sindiran Politisi untuk Moeldoko seusai Pemerintah Tolak Demokrat Versi KLB: Ketum Abal-abal Insaf
Baca juga: Reaksi Mahfud MD setelah Demokrat Versi KLB Ditolak, Ungkit Hubungan dengan Moeldoko dan SBY
Terkait hal itu, Yasonna lantas menyinggung keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, dalam kisruh Partai Demokrat.
Moeldoko terpilih menjadi ketua umum Partai Demokrat versi KLB.
"Barangkali Pak Moeldoko belingsatan akhirnya keluar dari kandang," ujar Yasonna.
"Mungkin saja karena dituduh-tuduh begitu."
Yasonna lantas membongkar fakta lain dalam permasalahan ini.
Ternyata, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pun pernah didatangi sejumlah politisi Partai Demokrat.
"Pak Luhut juga pernah didatangi resmi oleh beberapa pengurus Demokrat."
"Kalau saya sama sekali enggak ada yang datang, baik dari kubu yang protes KLB ini maupun Pak Moeldoko sendiri," tukasnya. (TribunWow.com/Brigitta)