Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Tak Terima, Jokowi Mania Balikkan Tuduhan BW: Tudingan yang Menyeret KLB Demokrat ini Brutal

Immanuel Ebenezer, menolak tuduhan pengacara Partai Demokrat Bambang Widjojanto (BW) tentang demokrasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Ketua Umum Tim Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, Sabtu (11/5/2019). Terbaru, Immanuel menanggapi tuduhan pengacara Partai Demokrat, Bambang Widjojanto (BW). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, menolak tuduhan pengacara Partai Demokrat Bambang Widjojanto (BW) tentang demokrasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kompas Petang, Minggu (14/3/2021).

Menurut Immanuel, tuduhan BW ke Jokowi tidak berdasar.

Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, menolak tuduhan pengacara Partai Demokrat Bambang Widjojanto (BW), Minggu (14/3/2021).
Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, menolak tuduhan pengacara Partai Demokrat Bambang Widjojanto (BW), Minggu (14/3/2021). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Tanggapi Bambang Widjojanto Sebut Ada Brutalitas Era Jokowi, Ali Ngabalin: Lucu, Geli, dan Jijik

Namun pihak Partai Demokrat membantah dengan menyebut ucapan BW terbukti jika gugatan mereka terkait kongres luar biasa (KLB) tidak diakomodasi.

"Hari ini 'kan terbukti bahwa Menkumham sudah mengakomodasi Pak Moeldoko sebagai ketua umum hasil KLB," komentar Immanuel Ebenezer menanggapi tudingan tersebut.

Ia lalu membalikkan tuduhan BW yang dianggap terlalu cepat menyimpulkan tanpa ada bukti.

"Artinya begini, kita melihat justru tudingan yang dilakukan Bambang Widjojanto ini yang brutal," ucap Immanuel.

"Kok belum ada sesuatu yang disimpulkan, itu 'kan aneh. Belum terjadi tapi sudah ada kesimpulan," sindirnya.

Ia menyebut tidak benar jika pemerintah saat ini tidak memperjuangkan demokrasi.

Menurut Immanuel, dirinya pun tidak akan mendukung pemerintahan yang tidak mengedepankan demokrasi.

Baca juga: Sebut KLB Demokrat Bukan Sekadar Abal-abal, Bambang Widjojanto: Ini Brutalitas pada Periode Jokowi

"Artinya begini, kalau kita bicara demokrasi, kita ini orang yang punya pemikiran terhadap demokrasi. Kita marah sekali ketika demokrasi ini dicabik-cabik," ungkapnya.

"Kita aktivis '98, kita punya komitmen untuk menjaga republik ini tetap pada relnya. Kita tidak akan pernah patuh atau tunduk terhadap rezim yang brutal terhadap demokrasi," tegas Ketua Ikatan Aktivis '98 ini.

"Jadi sekali lagi, tudingan-tudingan yang menyeret KLB Demokrat ke Presiden ini adalah cara-cara brutal," tambah Immanuel.

Kuasa hukum Partai Demokrat Donal Fariz membantah hal tersebut.

Ia menilai tidak layak Immanuel membalikkan pernyataan tanpa menunggu terlebih dulu keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terkait perkara KLB.

"Kalau terlalu cepat berkesimpulan membalikkan kritiknya. Menurut saya alat ujinya itu adalah nanti apa yang menjadi keputusan Menteri Hukum dan HAM mengenai perkara KLB," balas Donal Fariz.

"Apakah kemudian mengesahkan atau tidak, yang jelas menurut kami secara fatwa hukum baik dari konteks Undang-undang Partai Politik, keputusan Menteri Hukum dan HAM, sampai dengan data-data sekunder lainnya," tambahnya.

Lihat videonya mulai menit 3.30:

Bambang Widjojanto: Ini Brutalitas pada Periode Jokowi

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved