Isu Kudeta Partai Demokrat
Salim Said Bingung soal Dualisme Demokrat, Karni Ilyas: Jadi yang Diperebutkan Pepesan Kosong?
Pengamat politik Prof Salim Haji Said tanggapi dualisme yang terjadi di Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
Mahfud menambahkan, indeks persepsi demokrasi di Indonesia turun akibat masyarakat yang ribut satu sama lain, dan anti toleransi.
Terkait langkah Moeldoko, Mahfud menyebut hal itu adalah urusan pribadi Moeldoko.
Mahfud lalu menyoroti sikap Presiden Jokowi soal aksi Moeldoko.
Ia menyinggung soal jabatan Kepala KSP Moeldoko yang merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai kepala negara.
Menurut penjelasan Mahfud, Jokowi tidak bereaksi berlebihan ketika mengetahui Moeldoko melakukan manuver politik terhadap Partai Demokrat.
Baca juga: NgakuTak Kaget Moeldoko jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Gatot Nurmantyo: Persis Terjadi
“Tetapi kalau saya melihat kesan presiden, ya hepi-hepi saja, tuh," ujar Mahfud.
"Ya, (memang) dia kaget betul, ketika tahu bahwa Pak Moeldoko (terlibat)."
"Tetapi beliau tidak merasa ini merusak sesuatu gitu, tidak. Diam saja, tuh,” kata Mahfud.
Mahfud kemudian bercerita bahwa Mensesneg Pratikno mengatakan bahwasanya Jokowi terkejut mengetahui manuver politik Moeldoko.
Kendati demikian, Mahfud menyinggung soal kebiasaan Jokowi yang nampak tersenyum biasa tapi tiba-tiba mengambil langkah nyata.
"Nanti itu terserah Pak Jokowi, kadang kala Pak Jokowi itu kan senyum-senyum diam, tapi tindakannya muncul tiba-tiba," tandasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho/Anung)