Isu Kudeta Partai Demokrat
Salim Said Bingung soal Dualisme Demokrat, Karni Ilyas: Jadi yang Diperebutkan Pepesan Kosong?
Pengamat politik Prof Salim Haji Said tanggapi dualisme yang terjadi di Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
"Wiranto, tidak, Prabowo, bintang tiga juga tidak."
"Jadi dari jejak itu, sulit membayangkan Pak Moeldoko yang bukan orang partai tidak punya pengalaman politik, ujug-ujug menjadi calon presiden kalau didukung Partai Demokrat," tegasnya.
Mendengar penjelasan dari Salim Said, Karni Ilyas lantas menyimpulkan bahwa yang dimaksud adalah kedua kubu sedang memperebutkan 'pepesan kosong'.
"Jadi yang diperebutkan ini menurut Bung Salim, pepesan kosong?" tanya Karni Ilyas memastikan.
"Saya mau mengatakan itu, Anda mengucapkan itu. Saya tidak sampai hati. Saya kan teman baik Pak SBY, saya kenal baik anaknya," jawab Salim Said.
"Tapi sebenarnya lebih kurangnya itulah yang terjadi," imbuhnya.
Simak videonya mulai menit ke- 10.28:
Jokowi Kaget tapi Happy-happy Saja
Partai Demokrat sampai saat ini terus menjadi sorotan publik, terlebih ketika Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dipilih menjadi ketua umum (Ketum) partai melalui kongres luar biasa (KLB) di Deliserdang.
Keberadaan kubu Moeldoko ditentang habis-habisan oleh kubu Demokrat yang dipimpin ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menanggapi isu tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat kaget namun masih biasa-biasa saja.
Reaksi Jokowi itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam acara Mata Najwa, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Darmizal Menangis Sesenggukan Menyesal Dukung SBY saat Bahas KLB, Demokrat: Jangan Buat Drama
Awalnya host acara Mata Najwa, Najwa Shihab mempertanyakan apakah Istana terganggu atau tidak dengan isu Demokrat yang saat ini dikaitkan dengan turunnya indeks demokrasi di Indonesia.
Mahfud mengiyakan, bahwa isu Demokrat saat ini merugikan negara secara keseluruhan.
"Mungkin merugikan citra negara, bukan hanya pemerintah," kata Mahfud.